
Penghargaan D’Belel Tas Upcycle Tandai Konsistensi Karya Berkelanjutan
Blitar – Penghargaan yang diraih D’Belel Tas Upcycle menjadi pengakuan formal atas konsistensi brand ini dalam mengolah limbah tekstil menjadi produk bernilai guna dan sosial,
Kisah tentang inovasi dan kreativitas di balik transformasi limbah menjadi suatu karya yang bernilai

Blitar – Penghargaan yang diraih D’Belel Tas Upcycle menjadi pengakuan formal atas konsistensi brand ini dalam mengolah limbah tekstil menjadi produk bernilai guna dan sosial,

Malang – Bagaimana layanan ICOS iLitterless dikembangkan sebagai solusi pengelolaan sampah kemasan di kafe dibahas dalam liputan bersama iLitterless melalui wawancara dengan Nina Amelia, Education
Kota Malang – Ketika persoalan sampah kota kerap dibahas masyarakat seperti TPA yang penuh, sungai tercemar, dan plastik menumpuk. Thrills4Life justru memulainya dari ruang paling
Ardhiana Malrasari, pendiri D’Belel asal Blitar, merintis usaha upcycle dengan mengolah limbah tekstil sejak bertahun lalu untuk menjawab persoalan sampah kain yang kian menumpuk. Lewat
Capunglam membangun Komunitas Eco Friend sebagai ruang belajar sekaligus ruang aksi bagi anak muda dan mahasiswa yang peduli lingkungan. Komunitas ini hadir untuk menjawab kebingungan
Upaya memperpanjang usia plastik tidak selalu berhenti pada proses pemilahan. Ilitterless bersama Placa Binus kini merancang langkah lanjutan untuk memaksimalkan produk daur ulang berbahan HDPE
Kabupaten Blitar – Di tengah kebiasaan belanja harian yang sering menghasilkan sampah kemasan kecil mulai dari sachet minuman, kopi, hingga kebutuhan rumah tangga muncul satu

Kertas selalu menyimpan jejak pengetahuan, tetapi tak semua buku berakhir di rak. Banyak halaman berhenti di sudut ruang, terlipat debu, atau masuk tumpukan di tempat
Mobi HDPE manual menjadi salah satu inovasi daur ulang yang menarik perhatian publik. Produk ini hadir sebagai tempat sampah manual yang terbuat dari plastik HDPE
Kota Malang – GartenHaus dikenal sebagai ruang hijau di tengah kawasan perkotaan: rimbun, teduh, dan terasa seperti kebun pribadi. Namun di balik suasana “hutan kota”
Kota Blitar – Dari tumpukan celana jeans bekas dan seragam lama yang biasanya berakhir di lemari atau tempat sampah, D’ Belel memilih jalur yang berbeda:

Hello Naters!-Di tengah industri aksesori yang sibuk menawarkan bahan baru, mengilap, dan seragam, D’belel justru memilih melihat ke belakang. Ke tumpukan celana jeans bekas yang

Hello Naters!-Di sebuah ruang kerja sederhana di Blitar, kain batik tidak digambar dengan canting dan tidak pula mengikuti pola pakem. Warna-warna justru dicipratkan langsung ke

MOBI RS hadir kafe Malang, memudahkan Gen Z setor sampah sambil ngopi dan membangun kebiasaan pilah bertanggung jawab.

Hello Naters-Pernah terpikir kalau sampah popok tidak selalu berakhir di TPA? Di halaman rumah Sunalis, sisa popok justru berubah jadi media tanam. Bukan gimmick, bukan
Upaya mengurangi limbah tidak selalu harus hadir dalam bentuk besar atau teknologi yang rumit. Di tengah berkembangnya sirkular ekonomi, praktik upcycle gantungan kunci justru menunjukkan
Setiap sore, selepas aktivitas dapur selesai, botol plastik berisi minyak goreng bekas kerap diletakkan begitu saja di sudut rumah. Warnanya kehitaman, aromanya tajam. Bagi sebagian
Jeans itu lama terlipat di lemari. Warnanya memudar, lututnya mulai tipis, dan ukurannya tak lagi bersahabat. Ia terlalu sayang untuk dibuang, tapi juga terlalu canggung
Abu sisa pembakaran sampah sering dianggap akhir cerita. Warnanya kusam, teksturnya halus, dan kerap dibiarkan menumpuk di sudut tempat pengolahan sampah atau lebih parah, dibuang
Seragam itu sudah tidak lagi dipakai. Warnanya kusam, bagian siku mulai menipis, dan saku depannya menyimpan bekas noda yang tak pernah benar-benar hilang. Setiap tahun,

Blitar – Ardhiana Malrasari, pendiri jenama D’belel, menginisiasi transformasi limbah seragam tambang menjadi tas upcycle bernilai tinggi melalui kolaborasi kreatif bersama penyandang disabilitas dari Rumah

Blitar – Dari abu sisa pembakaran sampah yang selama ini dianggap tak bernilai, Ahmad Redam merintis Sunalis sejak 2014 sebagai upaya mengolah limbah menjadi produk

Temukan bagaimana Kopi Nako menghadirkan alat Seven Sec Action yang mengajak pengunjung membilas gelas plastik dan terlibat langsung dalam praktik daur ulang.

Retrorika di Kota Batu hadir sebagai learning center, memadukan kopi, edukasi lingkungan, pilah sampah, dan konservasi berbasis komunitas.

Lihat bagaimana BSM Sukun mengubah kemasan bekas menjadi produk kerajinan lewat proses kreatif dan kerja tangan warga sekitarnya.

Temukan kisah Ardhiana Malrasari menantang stigma pakaian bekas melalui upcycle Jeans Usang sambil menumbuhkan kesadaran lingkungan dari langkah kecil.
Di banyak tempat, kain bekas berakhir sebagai limbah. Disimpan terlalu lama, lalu dibuang saat dianggap tidak berguna lagi. Namun bagi Ardhiana Malrasari, kain bekas justru
Neters, tau gak si? Kalau abu sisa pembakaran selama ini dianggap tak bernilai. Debu yang menempel di tangan, sisa yang ingin segera disingkirkan. Namun di
Abu biasanya dianggap akhir. Sisa pembakaran yang dibiarkan mengendap, berdebu, dan tak lagi berguna. Namun di sebuah sudut Blitar, abu justru menjadi awal cerita lain

Tutri Crafts hadiri pameran Beautiful in Tr(ust)ash, bagikan cerita mengolah sisa tekstil menjadi tas fashionable lewat teknik punch needle

D’belel berkolaborasi dengan ARTHUP menghadirkan fesyen upcycle berbasis seni bordir yang mengangkat cerita personal penyandang disabilitas.

Kisah Sunalis mengolah abu residu sampah menjadi miniatur Candi Penataran, menghadirkan pelestarian budaya lokal dari Desa Jatinom, Blitar.

Coqi Basil memimpin Trash Hero Tumapel melalui aksi bersih di Malang, menumbuhkan gerakan lingkungan pemuda dari keresahan warga lokal.
Setiap pagi pukul tujuh, Sunalis sudah berada di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kanigoro, Kabupaten Blitar. Berseragam dinas lingkungan hidup, ia menyapu daun kering, plastik bekas,
Di kawasan Bumi Aji, Kota Batu, ada sebuah kafe yang tidak hanya sibuk meracik menu dan menyeduh kopi. Retrorika Kafe juga sibuk mengurus sisa masakan

Pengelolaan sampah anorganik di Cafe Retrorika dimulai dari pemilahan, daur ulang, hingga pemanfaatan ulang untuk mengurangi sampah ke TPA.

Di Blitar, jeans bekas diolah menjadi tas ramah lingkungan lewat praktik upcycle, mengurangi limbah tekstil industri fesyen.
Kota Malang — Di banyak rumah, botol plastik, kaleng minuman, dan karung goni bekas biasanya berakhir sebagai “barang sisa” yang menunggu dijual kiloan atau dibuang
Di Blitar, tumpukan seragam tambang bekas, celana jeans usang, dan kain sisa produksi tak dipandang sebagai sampah oleh D’Belel. Bagi UMKM ini, limbah tekstil justru

Abu pembakaran sampah di Blitar diolah menjadi miniatur Candi Penataran, menghadirkan karya seni dari residu limbah.
Di RW 02 Kelurahan Jajar, Kota Malang, sampah plastik tak selalu berakhir di tempat pembuangan. Di sudut permukiman padat itu, Galeri Daur Ulang M212 justru
Hello Naters!—Di tengah banyak kafe yang berlomba menjual estetika dan menu kekinian, Retrorika kafe di kawasan Bumi Aji, Kota Batu, justru memilih jalur berbeda. Mereka
Kota Malang-Di sebuah sudut galeri daur ulang yang berada di Kec Kedungkandang, suara gunting beradu dengan bungkus plastik sisa kopi atau bumbunya dapur. Kilau kemasan
Kota Malang — Di tengah padatnya aktivitas pengelolaan sampah berbasis warga, Galeri Daur Ulang M212 kembali menjadi lokasi verifikasi lapangan (Verlab) Adipura oleh Dinas Lingkungan

Di Malang, usaha berkelanjutan Thrills4Life menghadirkan produk eco print bermerek Thrilogic yang dibuat dari daun dan bunga tanpa zat kimia untuk menjawab persoalan limbah pewarna
Di sebuah pagi yang masih basah oleh embun, aroma kopi merayap keluar dari dapur kecil Retrorika. Dari luar, kafe ini terlihat seperti ruang nostalgia penuh
Malang —Di sebuah rumah sederhana di Kota Malang, Ernik Yustiana (Yustin) mengolah plastik kresek, kertas koran, dan kain perca sejak awal 2019 menjadi busana daur
Kota Malang – Hotbottles, sebuah gerakan seni daur ulang asal Malang, lahir dari eksperimen iseng Pak Taufiq mengolah botol plastik bekas menjadi karya baru. Dari
Di sebuah dapur kecil di pinggiran Kota Malang, seorang ibu menggoreng tempe mendoan yang mendesis di dalam wajan. Di balik kepulan asap yang mengepul, minyak
Pagi itu halaman rumah di Blimbing terasa seperti ruang kecil yang menampung hutan dalam versi mini. Tanaman tumbuh di mana-mana di pot tanah liat, di
Pagi itu, cahaya yang menembus sela-sela dedaunan di Gartenhaus terasa seperti jeda kecil dari riuhnya Kota Malang. Dari luar, banyak orang mengira tempat ini hanyalah
Di sebuah gang kecil di kawasan Sawojajar, Malang, suara gesekan plastik terdengar seperti ritme yang tak pernah berhenti. Di dalam ruang tamu sederhana itu yang
Di Malang, sebuah usaha bernama Thrills4Life mengubah cara kita memandang sampah lewat gagasan sederhana: kresek jadi karya. Melalui proses upcycle kresek, usaha ini membuktikan bahwa
Dari Kemasan Plastik ke Ruang Belajar Program Jumat Bersih M212 menjadi ruang pertama bagi anak-anak TPQ Qurrota A’yun mengenal daur ulang plastik, donasi kemasan plastik,
Di sebuah gang tenang di Kelurahan Bunul, Kota Malang, terdapat sebuah rumah sederhana yang setiap hari dipenuhi suara gunting, lipatan kertas, dan obrolan ringan warga.
Kota Malang – Di sebuah rumah di kawasan Bunul, Kota Malang, tumpukan sampah pernah mendapat hidup baru yang jauh lebih megah dari sekadar berakhir di
Kota Batu – Di sebuah sudut hijau Kota Batu, berdiri sebuah kafe yang tampak biasa dari luar, namun menyimpan filosofi yang jarang ditemui di bisnis
Naters tau gak sih? Tidak banyak orang memulai perjalanan hidup dari setetes minyak jelantah. Namun tujuh tahun lalu, seorang warga Malang bernama Hari justru memulai

Gartenhaus menghadirkan kafe tanpa AC dengan ruang hijau terbuka, dan sirkulasi udara alami, di tengah kota yang kian padat.

Kisah kostum dari 1500 bungkus kopi di Malang, inovasi daur ulang warga dari sampah tak laku ini menjadi harapan bagi lingkungan kota.