
Generated Image by ChatGPT
Kota Malang — Hai Naters! Tau nggak sih? Inovasi baru dari Kota Pendidikan, Air Isi Ulang Mizuone kini hadir di Kota Malang. Melalui program Stasiun Pengisian Air Minum Digital yaitu Mizuone, masyarakat kini bisa mengisi air siap minum di berbagai titik kota dengan harga terjangkau sekitar Rp300 per liter atau Rp5.000 per galon. Layanan yang dapat diakses 24 jam ini memanfaatkan sistem pembayaran digital, membuat akses air bersih jadi lebih praktis dan modern.
Program ini semakin dikenal setelah kreator lokal @anti.antos mengunggah videonya di TikTok, memperlihatkan kemudahan mengisi air langsung dari mesin Isi Ulang Mizuone Malang. Dengan gaya khasnya yang santai, ia menunjukkan cara kerja mesin dan menyoroti harga yang jauh lebih murah dibanding membeli air kemasan. Dalam waktu singkat, unggahan itu viral dan menuai ribuan komentar dari Warganet yang kagum dengan terobosan tersebut.
Fenomena itu memperlihatkan perubahan cara pandang masyarakat khususnya anak muda terhadap akses air dan gaya hidup berkelanjutan. Program Mizuone Digital Malang dirancang untuk memberi kemudahan akses air bersih sekaligus menekan penggunaan kemasan plastik sekali pakai. Masyarakat dapat membawa galon, botol, atau tumbler pribadi, lalu mengisi air melalui mesin otomatis yang tersebar di area publik seperti taman kota, pasar, dan pusat kegiatan masyarakat. Menurut keterangan resmi Perumda dan dokumentasi mesin SPAM Mizuone, unit-unit tersebut dilengkapi teknologi filtrasi dan sistem sterilisasi (mis. ozonisasi).
Menurut kacamata Natera, program ini tidak hanya tentang menyediakan air murah, tetapi juga mengubah kebiasaan masyarakat dalam mengonsumsi air. Kini, semakin banyak anak muda yang memilih membawa tumbler sendiri bukan sekadar tren gaya hidup, melainkan bagian dari kesadaran menjaga lingkungan. Berdasarkan survei Jakpat 2023, 78% Gen Z di Indonesia tertarik dengan gaya hidup minim sampah, dan 73% bersedia membayar lebih untuk produk ramah lingkungan. Di Malang, kebiasaan membawa tumbler ke kampus atau tempat umum kini makin terlihat, ini menjadi simbol sederhana dari kepedulian ekologis.

Antusiasme terhadap program ini juga terlihat jelas di media sosial. Dalam salah satu unggahan TikTok @anti.antos, pengguna bernama @kazeo berkomentar, “Request di pertigaan Wagir, Kak,” yang langsung dibalas oleh sang kreator, “Tenang, nanti titiknya banyak kok”. Percakapan singkat itu menggambarkan betapa masyarakat terutama anak muda begitu antusias dengan hadirnya Mizuone digital, bahkan berharap layanan serupa bisa menjangkau lebih banyak wilayah.
Tren ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan kini tumbuh dari hal-hal kecil yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Program Mizuone Digital bukan sekadar inovasi teknologi, tapi juga ruang belajar bagi masyarakat untuk mengubah cara pandang terhadap konsumsi air dan sampah plastik. Menurut kacamata Natera, kebiasaan sederhana seperti mengisi tumbler di Mizuone bisa menjadi langkah awal menuju gaya hidup berkelanjutan. Di tengah isu lingkungan yang kian mendesak, tindakan kecil tetap berarti besar. Melalui gerakan warga dan dukungan digital seperti yang dilakukan Kreator Anti Antos, semangat menjaga bumi kini mengalir dari satu titik isi ulang ke titik kesadaran yang lebih luas mengingatkan kita bahwa perubahan besar sering dimulai dari satu tetes yang tak disia-siakan.