Awal Pengakuan di Ruang Kampus

Peserta kegiatan dengan tas American Corners Indonesia, menunjukkan keterlibatan organisasi dalam acara bersama iLitterless.
Foto: iLitterless

Sore itu di tahun 2022, ruang diskusi Universitas Muhammadiyah Malang dipenuhi percakapan tentang krisis iklim, sampah, dan kebiasaan konsumsi anak muda. Tidak ada podium besar atau pidato formal. Yang hadir justru diskusi setara mahasiswa berbagi keresahan, aktivis lingkungan mendengar dengan saksama. Dari ruang sederhana inilah, iLitterless Indonesia menorehkan tonggak penting yaitu penghargaan pertamanya.Tahun itu, iLitterless Indonesia meraih mini-grant dari Kedutaan Amerika Serikat melalui kolaborasi dengan American Corner di Universitas Muhammadiyah Malang, dalam program Students Against Climate Crises. Bagi iLitterless, capaian ini bukan sekadar soal pendanaan, melainkan pengakuan atas pendekatan yang mereka bangun sejak awal: gerakan lingkungan yang dekat dengan realitas anak muda.

Dari Obrolan Nongkrong ke Gerakan

iLitterless lahir dari kegelisahan sederhana, sampah yang terus bertambah dari aktivitas harian nongkrong di kafe, belanja bulanan, hingga konsumsi produk sekali pakai. Kegelisahan itu kemudian diterjemahkan menjadi gerakan yang membumi, tanpa jargon rumit. Program Students Against Climate Crises menjadi ruang uji coba yang ideal.

Melalui diskusi, aktivasi, dan konten edukatif, iLitterless mengajak mahasiswa melihat krisis iklim dari hal yang paling dekat dengan mereka. Sampah tidak lagi dibahas sebagai isu global yang abstrak, tetapi sebagai konsekuensi dari pilihan sehari-hari. Pendekatan ini membuat percakapan lingkungan terasa relevan dan tidak menggurui.

Education dan Outreach Coordinator iLitterless, Nina Amelia, mengenang momen tersebut sebagai titik balik penting. “Penghargaan itu bukan soal besar kecilnya dana,” ujarnya. “Buat kami, itu tanda bahwa cara kami berbicara soal sampah dan krisis iklim dianggap valid dan dipercaya.”

Students Against Climate Crises, Ruang Aman untuk Anak Muda

Program Students Against Climate Crises membuka ruang aman bagi mahasiswa untuk bertanya, berdiskusi, bahkan berbeda pendapat. American Corner di UMM berperan sebagai jembatan menghubungkan isu global perubahan iklim dengan konteks lokal mahasiswa Malang. Di ruang ini, anak muda tidak diposisikan sebagai objek edukasi, melainkan subjek perubahan.

Diskusi berlangsung cair. Mahasiswa berbicara tentang kopi susu favorit mereka, kemasan plastik yang menumpuk, hingga rasa bersalah yang sering muncul ketika membahas lingkungan. Dari situ, iLitterless masuk dengan pendekatan praktis, memilah sampah dari rumah, memahami jenis kemasan, dan memulai dari satu kebiasaan kecil.

“Anak muda itu sebenarnya peduli,” kata Nina dalam wawancara. “Tapi mereka butuh pendekatan yang fun, relevan, dan nggak menghakimi. Kalau terlalu rumit, orang malah menjauh.”

Penghargaan Pertama, Kepercayaan Pertama

Mini-grant dari Kedutaan Amerika Serikat menjadi penghargaan pertama yang diterima iLitterless sejak berdiri. Lebih dari sekadar dukungan finansial, kolaborasi ini memberi legitimasi bahwa gerakan berbasis komunitas dan anak muda punya posisi penting dalam isu lingkungan.

Pengakuan ini juga memperluas jejaring iLitterless membuka peluang kolaborasi dengan kampus, komunitas, dan generasi muda lainnya. Dari sini, iLitterless semakin yakin bahwa perubahan tidak selalu harus datang dari kebijakan besar; ia bisa tumbuh dari ruang-ruang diskusi kecil yang konsisten

Menjadi Tonggak, Bukan Tujuan Akhir

Tiga tahun berlalu, penghargaan di 2022 tetap dikenang sebagai pijakan awal. Bukan sebagai puncak, melainkan sebagai tanda bahwa langkah kecil mereka berada di jalur yang tepat. Bagi iLitterless, kolaborasi dengan American Corner di UMM adalah bukti bahwa ketika anak muda diberi ruang dan kepercayaan, mereka mampu menjadi bagian dari solusi krisis iklim.

“Kami nggak pernah merasa jadi penyelamat lingkungan,” ujar Nina. “Kami cuma teman seperjalanan yang ngajak mulai dari hal paling sederhana.”

Dari ruang kampus itulah, cerita iLitterless tentang sampah, anak muda, dan harapan masa depan dimulai pelan, tapi konsisten

Share the Post:

Related Posts

This Headline Grabs Visitors’ Attention

A short description introducing your business and the services to visitors.