
Foto: Dok Pribadi/Natera
The Society of Indonesian Environmental Journalist (SIEJ) bersama Ecological Observation and Wetlands Conservation (ECOTON) dan Fakultas Hukum Universitas Widyagama Malang berkolaborasi untuk menggelar talkshow, diskusi bahaya mikroplastik terhadap lingkungan, dan pameran instalasi mikroplastik yang bertajuk membangun Kesadaran Hukum lewat Bencana Mikroplastik.
Kegiatan ini bertujuan untuk membangun kesadaran bersama para ahli hukum, peneliti, dan penggiat lingkungan terkait pentingnya bertanggung jawab terhadap lingkungan untuk meminimalisir adanya bencana mikroplastik. Acara ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk melihat urgensi persoalan mikroplastik yang kini telah memasuki berbagai aspek kehidupan manusia.
Sesi talkshow ini menghadirkan empat narasumber: M Alaika Rahmatullah (Koordinator ECOTON), Rafika Aprilianti (Peneliti ECOTON), Purnawan D. Negara (Dosen Fakultas Hukum Universitas Widyagama Malang), dan Eko Widianto (Bidang advokasi Lingkungan Hidup SIEJ).
Dilansir dari TITIKTERANG peneliti ECOTON menemukan bahwa mikroplastik tak cuma mengambang di sungai, tapi juga beterbangan di udara Malang Raya.
Lebih lanjut, Rafika Aprilianti (Peneliti ECOTON) menekankan bahwa pembakaran sampah menjadi penyebab utama terbentuknya mikroplastik di udara.
“Yang paling krusial sekarang itu adalah membakar sampah, padahal seharusnya pemusnahan sampah itu tidak perlu dibakar,” ujarnya. Ia juga menjelaskan bahwa partikel mikroplastik di udara dapat terhirup manusia dan berpotensi mengakibatkan gangguan kesehatan jangka panjang.

Foto: Dok Pribadi/Natera
Sementara itu, M. Alaika Rahmatullah (Koordinator ECOTON) menjelaskan bahwa bersih-bersih sungai dan bersih-bersih lingkungan hanyalah solusi sementara atau solusi jangka pendek dalam menangani permasalahan sampah.
Diskusi berlangsung interaktif, membahas terkait bahaya mikroplastik terhadap lingkungan dan penanganan sampah yang efektif dan tidak merugikan lingkungan. Mahasiswa juga aktif bertanya dan bertukar pikiran dengan narasumber.
Menjelang penutupan, mahasiswa bersama para narasumber melakukan praktik atau uji coba dengan mikroskop untuk menguji kandungan mikroplastik dari air mineral yang mereka bawa baik air kemasan maupun air dari rumah.