
source : BeritaSatu.com
Halo Naters!
Coba deh lihat sekelilingmu, masih sering nemuin orang yang bakar sampah di halaman rumah atau pinggir jalan? Padahal tahu nggak sih, abu dari hasil bakaran sampah itu bukan cuma kotor, tapi juga bisa nyebarin zat berbahaya ke udara dan tanah. Kalau dibiarkan terus, abu itu bisa mencemari lingkungan dan ngerusak kualitas udara yang kita hirup setiap hari.
Padahal, sisa hasil bakar sampah sebenarnya bisa diolah jadi sesuatu yang bernilai, lho. Seperti yang dilakukan Sonalis, pria asal Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Ia berhasil mengubah abu bekas pembakaran sampah menjadi karya seni unik berupa patung Garuda dan replika candi.
Ide itu muncul ketika Sonalis melihat tumpukan abu di TPSP (Tempat Pembuangan Sampah Terpadu) desanya yang sering dibiarkan begitu saja dan terbawa angin. Menurutnya, abu yang beterbangan itu bukan cuma mengganggu pernapasan, tapi juga mencemari lingkungan sekitar. Dari situ, Sonalis justru punya ide unik. Ia mencoba mengolah abu bekas hasil pembakaran sampah menjadi karya seni bernilai tinggi mulai dari patung Garuda Pancasila hingga replika candi. Siapa sangka, dari limbah yang dianggap tak berguna, Sonalis berhasil menciptakan karya dengan nilai jual yang cukup menjanjikan.“Saya baru dua bulan menekuni bisnis kerajinan miniatur candi dan patung burung garuda ini. Sebelumnya, saya sempat membuat pot bunga dari bahan popok bayi bekas,” tutur Sonalis, dikutip dari blitarkawentar.jawapos.com.
Meski tergolong baru, karya pria berusia 40 tahun ini terbilang mudah dipasarkan karena unik dan ramah lingkungan. Awal mula proses kreatif Sonalis dimulai dari pembuatan maket sederhana. Walau sempat beberapa kali gagal, ia tak menyerah dan terus mencoba hingga akhirnya berhasil menciptakan karya seni bernilai tinggi.

source : blitarkawentar.jawapos.com.
Proses pembuatan patung Garuda Pancasila dan replika candi ini dimulai dengan mencampurkan semen dan abu sisa pembakaran sampah. Uniknya, campuran tersebut ditambahkan sedikit tetesan air tebu agar bahan-bahannya lebih mudah menyatu. Setelah adonan siap, bahan kemudian dituangkan ke dalam cetakan dan dibiarkan mengering.

source : BeritaSatu.com
Begitu mengeras, patung masuk ke tahap akhir proses pengecatan. Setelah cat benar-benar kering, hasil karya pun siap dipasarkan.
Kata Sonalis, dikutip dari Blitarkawentar.jawapos.com, “Mudah kok pembuatannya. Yang penting telaten. Kalau sudah terbiasa, pasti cepat.”
Karya unik buatan Sonalis ini dijual dengan harga mulai dari Rp75.000 hingga Rp150.000 terjangkau banget untuk sebuah karya seni dari abu bekas sampah, ya!
Jadi, gimana Naters, kamu tertarik buat punya salah satunya?