TPA Supit Urang Malang Beralih ke Sanitary Landfill

Tumpukan sampah plastik dan domestik di TPA Supit Urang, Kota Malang, sebelum penerapan sistem sanitary landfill.
Di balik hamparan sampah plastik di TPA Supit Urang, Malang, upaya menuju sistem sanitary landfill menjadi langkah untuk menutup masa lalu kotor kota ini.
Foto : Dok Pribadi/Natera

Malang — TPA Supit Urang di Kota Malang kini menerapkan sistem sanitary landfill sebagai upaya menekan dampak pencemaran dari sekitar 740 ton sampah harian, menggantikan metode open dumping yang selama bertahun-tahun menjadi sumber bau, lindi, dan keluhan warga.

Penerapan sistem ini dilakukan di Supit Urang, Kecamatan Sukun, dengan pelapisan dasar dan pengelolaan lindi untuk mencegah rembesan limbah ke tanah dan air sekitar.

TPA Supit Urang selama ini dikenal sebagai titik akhir sampah Kota Malang. Setiap hari, truk pengangkut datang silih berganti membawa residu dari rumah tangga, pasar, hingga kawasan komersial. Dalam liputan lapangan Natera, aktivitas penimbunan kini terlihat lebih tertata dibanding beberapa tahun lalu, dengan sel landfill yang dibentuk berlapis dan tidak lagi sekadar menumpuk sampah di tanah terbuka.

“Dulu memang masih open dumping. Dampaknya jelas, dari bau sampai potensi lindi meresap ke tanah,” ungkap Arif Dermawan Kepala UPT TPA Supit Urang dalam wawancara bersama tim Natera.

Mengapa Beralih ke Sanitary Landfill

Berdasarkan catatan lapangan, perubahan paling terasa adalah berkurangnya bau menyengat dan tidak adanya genangan lindi terbuka seperti sebelumnya. Di area tertentu, air lindi dialirkan ke kolam pengolahan sebelum dilepas, berbeda dengan kondisi lama ketika cairan hitam pekat kerap mengalir tanpa kontrol.

Kepala TPA menjelaskan, sistem sanitary landfill bekerja dengan cara menimbun sampah dalam sel yang dilapisi material kedap air. Tujuannya, agar cairan lindi tidak meresap ke tanah. Prinsip ini sejalan dengan standar pengelolaan sanitary landfill yang dijelaskan Kementerian PUPR, yakni menutup sampah secara berlapis dan mengelola lindi agar tidak mencemari lingkungan

“Kalau tetap pakai sistem lama, risikonya semakin besar. Jadi harus ada perubahan cara mengelola, bukan cuma menumpuk,” ujar Arif Dermawan.

Sanitary landfill dipilih karena memungkinkan sampah ditimbun secara lebih aman. Setiap zona penimbunan dilapisi material kedap air di bagian dasar, sehingga cairan lindi tidak langsung meresap ke tanah. Sampah juga dipadatkan dan ditutup secara berkala, mengurangi kontak langsung dengan udara terbuka.

Dalam pengamatan lapangan, tim Natera mencatat bahwa area landfill kini terbagi dalam beberapa sel aktif. Truk sampah diarahkan ke zona tertentu, kemudian sampah diratakan, dipadatkan, dan ditutup lapisan tanah. Pola ini berbeda dengan kondisi sebelumnya yang cenderung sporadis dan terbuka.

Mengelola Lindi, Mengurangi Risiko

Salah satu persoalan utama TPA di Indonesia adalah lindi. KLHK menyebut, pembuangan terbuka (open dumping) berisiko tinggi mencemari tanah dan air tanah akibat rembesan cairan sampah

“Sekarang lindi kami alirkan ke instalasi pengolahan. Jadi tidak langsung keluar ke lingkungan,” Ujarnya

Field notes tim Natera mencatat keberadaan kolam penampungan dan jalur pipa lindi yang menghubungkan area landfill dengan instalasi pengolahan. Meski belum sempurna, sistem ini dinilai mampu menurunkan risiko pencemaran dibanding metode sebelumnya

Perubahan yang Mulai Terasa

Dalam catatan lapangan, perbedaan paling terasa pasca penerapan sanitary landfill adalah penurunan bau di beberapa titik TPA. Aktivitas lalat juga relatif berkurang di area yang sudah tertutup tanah.

“Sekarang bau tidak sekuat dulu, terutama di zona yang sudah ditutup,” ujar salah satu petugas lapangan saat berbincang dengan tim Natera.

Meski begitu, pengelola tidak menutup mata bahwa TPA Supit Urang masih menghadapi tekanan besar. Volume sampah yang terus masuk membuat kapasitas landfill menjadi isu jangka panjang.

“Sanitary landfill ini membantu, tapi bukan solusi selamanya kalau sampah dari hulu tidak dikurangi,” tegas Kepala TPA.

Beban TPA dan Tantangan ke Depan

TPA Supit Urang tidak berdiri sendiri. Ia menjadi ujung dari sistem pengelolaan sampah kota yang sangat bergantung pada perilaku masyarakat di tingkat rumah tangga.

Dalam wawancara, pengelola menyebut bahwa sampah campuran masih mendominasi kiriman ke TPA. Pemilahan di sumber belum berjalan optimal, sehingga banyak sampah yang seharusnya bisa diolah atau didaur ulang tetap berakhir di landfill.

Hal ini memperpendek umur landfill. Dengan laju sampah harian yang tinggi, TPA Supit Urang berpotensi menghadapi keterbatasan ruang dalam beberapa tahun ke depan jika tidak diimbangi pengurangan sampah dari hulu.

Sanitary Landfill Bukan Akhir Cerita

TPA Supit Urang Kota Malang menerapkan sanitary landfill dengan penutupan sampah menggunakan geomembran.
Penerapan sanitary landfill di TPA Supit Urang, Kota Malang, dengan penutupan sampah menggunakan geomembran.
Foto: Dok Pribadi/Natera

Pengelola TPA menekankan bahwa sanitary landfill adalah langkah perbaikan, bukan solusi final. Sistem ini memang lebih aman, tetapi tetap membutuhkan dukungan dari kebijakan pengurangan sampah, edukasi publik, dan perubahan kebiasaan warga.

Kami di hilir hanya mengelola yang datang. Kalau bilang mau beres, ya harus dari hulu juga,” katanya.

Dalam konteks ini, TPA Supit Urang bukan sekadar lokasi pembuangan, tetapi cermin dari pola konsumsi kota. Selama sampah terus diproduksi tanpa kendali, sebaik apa pun sistem di hilir akan tetap terbebani.

Menutup Jejak Sisa Kota

Peralihan ke sanitary landfill menandai upaya Kota Malang untuk keluar dari praktik lama pengelolaan sampah yang berisiko. Meski belum sempurna, perubahan ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak bisa lagi dilakukan dengan cara lama.

TPA Supit Urang kini tidak hanya menjadi titik akhir sampah, tetapi juga ruang pembelajaran tentang batas daya dukung kota. Dan seperti dicatat tim Natera di lapangan, masa depan pengelolaan sampah Malang tidak hanya ditentukan di TPA melainkan di dapur, rumah, dan kebiasaan warganya sehari-hari.

Share the Post:

Related Posts

This Headline Grabs Visitors’ Attention

A short description introducing your business and the services to visitors.