Good Drop Ubah Kebiasaan Buang Minyak Jelantah Warga Kota Malang

Malang – Halo Naters! Program Good Drop minyak jelantah Malang hadir dari persoalan yang kerap dianggap sepele di rumah-rumah perkotaan yaitu saluran air mampet akibat minyak jelantah yang dibuang sembarangan. Air menggenang di wastafel, bau tak sedap muncul, lalu tukang ledeng dipanggil, tanpa pernah benar-benar ditelusuri akar penyebabnya.

Kebiasaan inilah yang menjadi titik awal lahirnya Good Drop, sebuah program pengumpulan dan edukasi minyak jelantah yang kini tumbuh sebagai “bank sampah cair” berbasis komunitas ibu-ibu PKK di wilayah Malang Raya. Program ini dijalankan oleh Capunglam, dengan pendekatan yang sederhana, dekat dengan keseharian warga, dan relevan dengan persoalan kota.

Dari Wastafel ke Wadah Kolektif

Di masyarakat perkotaan, minyak jelantah sering diposisikan sebagai limbah tak berguna. Setelah menggoreng, minyak dibiarkan dingin lalu dibuang. Proses ini terjadi berulang, dari rumah ke rumah, hingga akhirnya menumpuk di saluran air. Minyak yang membeku bercampur dengan sisa sabun dan kotoran lain, membentuk lapisan lengket yang sulit dibersihkan.

Good Drop mencoba memutus rantai masalah ini dari sumbernya langsung yaitu dapur rumah tangga. Di beberapa titik di Malang Raya, Capunglam membentuk depot atau drop point minyak jelantah yang dikelola oleh ibu-ibu PKK. Satu orang ibu ditunjuk sebagai PIC (person in charge) untuk mengkoordinasikan pengumpulan minyak dari warga sekitar.

“Konsepnya kolektif. Ibu-ibu mengumpulkan minyak jelantah di rumah masing-masing, lalu disetorkan ke satu titik. Dari situ, tim kami yang akan melakukan penjemputan,” kata Adel.

Skema penukarannya pun dibuat sederhana dan kontekstual. Satu liter minyak jelantah dapat ditukar dengan 250 mililiter minyak baru. Bukan uang, melainkan kebutuhan dapur yang langsung bisa dimanfaatkan. Pilihan ini diambil karena dinilai lebih mudah diterima oleh ibu rumah tangga.

Edukasi yang Tidak Instan

Di awal pelaksanaan, Good Drop tidak langsung mendapat sambutan hangat. Sebagian warga mengira program ini hanya bersifat sementara, atau sekadar agenda kampanye yang akan berhenti di tengah jalan. Ada pula yang skeptis karena program ini sempat dikenalkan melalui jalur pemerintah dan DPRD setempat.

“Tantangan terbesarnya justru di kepercayaan, banyak yang mengira ini cuma program musiman. Jadi tugas kami adalah membuktikan kalau ini berkelanjutan.” Kata Adel

Edukasi dilakukan secara perlahan dan konsisten. Tim Capunglam rutin mendatangi wilayah-wilayah binaan, mengadakan pertemuan, pelatihan, hingga aktivitas kreatif seperti pelatihan membuat lilin dari minyak jelantah. Pendekatan ini tidak hanya bicara soal lingkungan, tapi juga membuka wawasan bahwa limbah rumah tangga bisa punya nilai tambah.

Saat ini, jaringan Good Drop telah berkembang di berbagai wilayah Malang Raya. Di beberapa kawasan, sistemnya terintegrasi dengan bank sampah yang sudah ada. Di tempat lain, ia berdiri mandiri dengan dukungan komunitas lokal. Total, ada belasan titik pengumpulan yang mayoritas dikelola oleh ibu-ibu.

Ibu-Ibu, Minyak Jelantah, dan Ekonomi Kecil yang Bergerak

Yang menarik, Good Drop tidak hanya berbicara soal lingkungan, tetapi juga soal peran sosial. Para PIC mendapatkan insentif dari setiap liter minyak yang terkumpul. Nilainya mungkin tidak besar, tetapi cukup untuk menambah pemasukan atau tabungan kecil.

“Satu liter itu bisa dapat sekitar lima ratus rupiah untuk PIC. Lumayan, bisa ditabung atau ditukar kebutuhan lain,” ujar Adel.

Bagi Capunglam, skema ini penting agar program bisa berjalan jangka panjang. Ada motivasi ekonomi, ada rasa kepemilikan, dan ada jejaring sosial yang terbentuk. Minyak jelantah tidak lagi dipandang sebagai limbah, melainkan sebagai sumber daya bersama.

Di tengah kota yang terus tumbuh dan masalah lingkungan yang makin kompleks, Good Drop hadir dengan pendekatan yang membumi. Ia tidak menawarkan solusi besar dengan teknologi canggih, tetapi mengajak warga melihat ulang kebiasaan kecil di dapur mereka sendiri.

Dari saluran air yang mampet, lahir kesadaran kolektif. Dari minyak jelantah, bergerak ekonomi kecil. Dan dari tangan ibu-ibu PKK, isu lingkungan menemukan bentuknya yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Dari Skeptis Sampai Menjaga Program Tetap Jalan

Membangun kebiasaan baru di tengah masyarakat bukan perkara instan. Hal itu juga dirasakan Good Drop pada fase awal program. Tidak sedikit warga yang merespons dengan ragu, bahkan curiga. Sebagian mengira program pengumpulan minyak jelantah ini hanya agenda sesaat, sekadar kampanye lingkungan yang akan berhenti ketika gaungnya meredup.

“Awalnya banyak yang mengira ini cuma program kampanye, apalagi karena kami sempat dikenalkan lewat jalur pemerintah dan DPRD,” kata Adel.

Keraguan itu membuat tim Capunglam memilih strategi yang konsisten dan berbasis kehadiran. Mereka rutin mendatangi wilayah binaan, menjaga komunikasi dengan pengurus PKK, dan terus melakukan edukasi berulang. Tidak hanya lewat sosialisasi, tetapi juga melalui aktivitas yang aplikatif dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Salah satu caranya adalah dengan mengadakan pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi produk turunan, seperti lilin. Aktivitas ini bukan sekadar simbol edukasi lingkungan, tetapi juga bukti konkret bahwa minyak bekas memiliki potensi nilai guna. Dari situ, warga mulai melihat bahwa Good Drop bukan sekadar mengumpulkan limbah, tetapi membuka kemungkinan baru.

Pendekatan berbasis komunitas ini juga membantu menjaga keberlanjutan program. Dengan menunjuk PIC dari kalangan ibu-ibu sendiri, Good Drop membangun sistem yang tidak bergantung sepenuhnya pada tim luar. Para PIC menjadi penggerak di lingkungannya, sekaligus penghubung antara warga dan pengelola program.

Kini, setelah berjalan di berbagai titik di Malang Raya, Good Drop perlahan meninggalkan fase skeptis itu. Program ini tidak lagi dipandang sebagai agenda sementara, melainkan sebagai bagian dari rutinitas baru dalam pengelolaan limbah rumah tangga. Keberlanjutan bukan hanya soal sistem penjemputan, tetapi soal kepercayaan yang tumbuh dari proses panjang dan konsisten.


Share the Post:

Related Posts

This Headline Grabs Visitors’ Attention

A short description introducing your business and the services to visitors.