Green Consumer Day iLitterless: Setor Sampah, Dapat Kopi Gratis di Malang

Reward yang diberikan setelah setor sampah kecantikan oleh pengunjung
Foto: instagram/@iLitterless.indonesia

Bagi banyak orang, Hari Konsumen Sedunia identik dengan promo, potongan harga, dan ajakan belanja. Tapi di Malang, iLitterless memilih cara yang berbeda untuk memperingatinya. Alih-alih mendorong konsumsi, mereka justru mengajak publik melihat ulang apa yang terjadi setelah kita selesai mengonsumsi. Dari kegelisahan itulah lahir Green Consumer Day, sebuah agenda tahunan yang dirancang untuk merayakan Hari Konsumen Sedunia dengan cara yang lebih bertanggung jawab.

Di kota yang hidup dari budaya nongkrong dan minuman kekinian, konsumsi bukan hanya soal membeli, tetapi juga tentang kemasan yang mengiringinya. Setiap gelas kopi susu, setiap minuman boba, dan setiap latte yang kita pesan selalu datang bersama jejak: kotak susu, cup plastik, sedotan, dan tutup gelas. Bagi iLitterless, jejak inilah yang selama ini luput dari perayaan Hari Konsumen.

“Selama ini konsumen dirayakan sebagai pembeli. Padahal, setiap pembelian selalu menghasilkan sampah,” ujar tim iLitterless.

Green Consumer Day lahir untuk menggeser cara pandang itu. Menjadi konsumen, bagi mereka, tidak berhenti di kasir, tapi berlanjut hingga kemasan terakhir.

Setor Sampah, Claim Voucher Kopi Gratis

Dalam praktiknya, Green Consumer Day dikemas sebagai kegiatan menukar sampah dengan minuman gratis di kafe mitra iLitterless. Warga cukup membawa botol plastik, kotak susu, atau kemasan minuman lain, lalu menukarkannya dengan secangkir kopi. Sederhana, tetapi punya makna simbolik yang kuat: konsumsi dan tanggung jawab dipertemukan dalam satu momen.

Pendekatan ini berangkat dari pengalaman panjang iLitterless bekerja dengan sektor F&B. Melalui sistem ICOS (iLitterless Cafe Operational System), puluhan kafe mitra di Malang sudah memilah dan melaporkan jenis sampah mereka setiap bulan. Dari data itu terlihat jelas bahwa sebagian besar sampah kafe berasal dari kemasan minuman yang dikonsumsi pelanggan.

Konsumen sebagai Bagian dari Solusi

Green Consumer Day kemudian menarik konsumen masuk ke dalam sistem itu. Jika selama ini kafe diminta bertanggung jawab, maka di hari tersebut, pengunjung juga diajak mengambil peran. Mereka tidak lagi hanya datang untuk menikmati minuman, tetapi juga untuk menyelesaikan siklus sampah yang mereka hasilkan.

Di lapangan, suasana Green Consumer Day jauh dari kesan kampanye lingkungan yang kaku. Orang datang sambil mengobrol, membawa tas berisi kemasan. Ada mahasiswa yang menyetor botol dari kos, pekerja kafe yang membawa kotak susu bekas, hingga warga yang baru pertama kali tahu bahwa kemasan minuman bisa dikumpulkan dan dikelola secara terpisah.

Yang menarik, iLitterless mencatat perubahan pada kualitas sampah yang disetor. Jika di awal banyak kemasan datang dalam kondisi kotor dan tercampur residu, kini semakin banyak yang sudah dicuci bersih, bahkan dilepas labelnya. Ini menandakan bahwa Green Consumer Day tidak hanya memindahkan sampah, tetapi juga membentuk kebiasaan.

Lebih dari itu, acara ini menciptakan ruang percakapan. Di sela antrean, muncul pertanyaan tentang apakah kotak susu benar-benar bisa didaur ulang, atau ke mana botol plastik akan dikirim. Percakapan kecil ini penting, karena di sanalah kesadaran tentang konsumsi mulai tumbuh.

Dengan menjadikan Hari Konsumen Sedunia sebagai momentum refleksi, iLitterless sedang menawarkan definisi baru tentang konsumen. Bukan hanya mereka yang aktif membeli, tetapi mereka yang bersedia bertanggung jawab atas sisa dari apa yang mereka nikmati. Di tengah budaya belanja yang terus didorong, Green Consumer Day mengingatkan bahwa konsumsi yang berkelanjutan dimulai dari hal paling sederhana: tidak meninggalkan sampah tanpa cerita.

Share the Post:

Related Posts

This Headline Grabs Visitors’ Attention

A short description introducing your business and the services to visitors.