Hidup Kedua Sisa Sampah Popok

Limbah Popok
Limbah popok yang dikumpulkan Sunalis bersama anaknya menjadi bahan utama pembuatan patung garuda dan miniatur candi. Sementara itu, jelly popok dimanfaatkan sebagai campuran media tanam, memberi fungsi baru pada limbah yang kerap dipandang tak berguna
Foto : Dok Pribadi/Natera.

Hello Naters-Pernah terpikir kalau sampah popok tidak selalu berakhir di TPA? Di halaman rumah Sunalis, sisa popok justru berubah jadi media tanam. Bukan gimmick, bukan eksperimen dadakan, tapi kelanjutan dari proses panjang berkarya dengan limbah.

Nama Sunalis mungkin lebih dulu dikenal lewat patung Garuda dari limbah popok dan beling kaca. Karya itu berdiri gagah sebagai simbol kritik terhadap krisis sampah sekali pakai. Namun, cerita Sunalis tidak berhenti pada patung yang dipajang. Di balik karya besar itu, ada sisa material yang jarang dibicarakan dan justru di situlah inovasi kecilnya tumbuh.

Sisa Popok yang Tak Pernah Dianggap Sampah

Saat mengolah popok bekas untuk patung Garuda, Sunalis perlahan menyadari satu hal yang penting tidak semua bagian popok bisa ia paksa masuk ke dalam struktur karya. Sejak awal proses karya, ia dengan sengaja membongkar popok satu per satu, lalu memisahkan lapisan plastik, kain, hingga jelly penyerap air yang tersembunyi di dalamnya. Proses ini bukan sekadar teknis, tapi juga bentuk kehati-hatian. Sunalis ingin memahami karakter setiap material, sekaligus memastikan bahwa sisa-sisa yang tidak terpakai tidak kembali menjadi beban lingkungan. Baginya, berkarya dengan limbah berarti bertanggung jawab penu bukan hanya pada hasil akhir yang terlihat, tetapi juga pada material yang tertinggal di luar karya yang ia buat.

“Waktu bikin patung, saya sudah kepikiran, ini pasti nyisain banyak bahan. Kalau dibuang, ya balik lagi jadi sampah,” kata Sunalis.

Jelly popok menjadi bagian yang paling menyita perhatian Sunalis. Teksturnya kenyal, ringan, dan mampu menyerap air dalam jumlah besar bahkan tetap mengembang meski sudah terlepas dari fungsi awalnya di dalam popok. Di tangan Sunalis, karakter ini memunculkan pertanyaan baru. Ia tidak melihat jelly popok sebagai limbah gagal yang tak berguna, melainkan sebagai material yang belum menemukan peran berikutnya.

Jelly popok pendamping kompos kandang

Di halaman rumahnya, Sunalis mulai mencampur jelly popok dengan kompos kandang yang memang mudah ditemui sekitar rumahnya. Ia tidak membuat campuran yang rumit. Kompos tetap ia pakai sebagai bahan utama, sementara jelly popok hanya ia tambahkan sedikit untuk membantu tanah menahan air. Campuran ini lalu ia gunakan untuk pot-pot tanaman hias yang ia rawat setiap hari.

tanaman dari jelly popok
Tanaman milik Sunalis yang tumbuh subur di depan rumahnya menjadi bukti bahwa jelly popok masih dapat dimanfaatkan sebagai tambahan media tanam. Limbah yang kerap dipandang tak berguna itu justru membantu menjaga kelembapan tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman.
Foto : Dok Pribadi/Natera.

“Saya nggak ada ilmunya ya cuma coba coba takar sendiri, kan jelly popok mudah terserap air tapi ya tetap tanah yang paling banyak” ujar sunalis.

Hasilnya bisa langsung ia rasakan. Tanah di dalam pot tidak cepat kering, dan tanaman tetap terlihat segar meski tidak sering disiram. Jelly popok bekerja seperti spons, menyimpan air saat disiram, lalu melepasnya perlahan ke akar tanaman. Dari sini, Sunalis melihat bahwa sisa limbah popok tidak selalu harus berakhir sebagai masalah, tapi bisa berubah menjadi bagian kecil yang membantu tanaman tetap hidup.

“Dari awal coba metode ini nggak pernah tanaman saya mati justru tambah subur, perawatanya mudah kan jadi jarang menyiram” cletuk sunalis.

Di titik ini, halaman rumah Sunalis tidak lagi sekadar tempat menaruh tanaman. Ruang itu berubah menjadi tempat ia berpikir ulang tentang sampah. Tanaman hias yang tumbuh di sana bukan hanya untuk mempercantik rumah, tapi menjadi bukti bahwa sisa limbah, jika dikelola dengan niat dan cara yang tepat, masih bisa membantu kehidupan terus berjalan.

Share the Post:

Related Posts

This Headline Grabs Visitors’ Attention

A short description introducing your business and the services to visitors.