Jeans Bekas ke Pergelangan Waktu: KNWD x D’belel

D’belel x KNWD Watch
Foto : Instagram KNWD Watch

Hello Naters!-Di tengah industri aksesori yang sibuk menawarkan bahan baru, mengilap, dan seragam, D’belel justru memilih melihat ke belakang. Ke tumpukan celana jeans bekas yang sering dianggap tidak layak pakai. Dari sanalah cerita kolaborasi D’belel dengan KNWD dimulai bukan dari kepala jam, tapi dari strap jam tangan.

Jeans Bekas, Fungsi Baru

 Sejak awal, D’belel dikenal sebagai brand yang memberi hidup kedua pada limbah jeans. Celana denim bekas tidak ia anggap sebagai sisa, tapi sebagai bahan yang masih menyimpan potensi. Ketika material ini dialihkan fungsinya menjadi strap jam tangan, tantangannya pun berubah. Strap harus cukup kuat menahan gesekan harian, tetap nyaman saat menempel di pergelangan tangan, dan tidak mudah rusak meski dipakai berulang kali.

proses membuat strap jam
Proses pendedelan jahitan jeans dilakukan untuk membentuk pola strap jam yang baru. Dari kain bekas itu, potongan demi potongan disusun ulang agar siap diberi fungsi dan nilai guna.
Foto : Dok Pribadi/Natera.

Sari, pendiri D’belel, memulai prosesnya dari tahap paling dasar memilih bahan. Ia tidak asal mengambil jeans bekas. Satu per satu kain disortir berdasarkan ketebalan dan kondisi seratnya. Jeans yang terlalu tipis ia sisihkan, begitu juga kain yang sudah rapuh. Sari justru mempertahankan bekas lipatan, jahitan lama, dan perbedaan warna yang muncul dari usia pemakaian sebelumnya.

“Dari situ orang bisa tahu kalau strap ini benar-benar berasal dari jeans bekas, bukan kain baru yang dibuat-buat terlihat lama.” kata Sari kepada Tim Natera

Setelah proses seleksi, jeans bekas dipotong dan dijahit ulang menyesuaikan ukuran jam tangan KNWD. Setiap potongan kain menuntut pendekatan berbeda. Ada yang perlu diperkuat di bagian tertentu, ada pula yang harus disesuaikan agar tetap fleksibel saat dipakai. Proses ini tidak bisa dikejar cepat, karena karakter Jeans selalu berubah di setiap potongannya.

Hasil akhirnya pun tidak pernah seragam. Setiap strap memiliki tekstur, warna, dan detail yang berbeda. Bagi D’belel, ketidaksamaan itu bukan kekurangan, melainkan identitas. Strap jam tangan ini tidak diproduksi untuk terlihat sempurna, tapi untuk membawa cerita dari bahan yang pernah hidup di keseharian orang lain.

Bertemu KNWD, Tanpa Kehilangan Identitas

Kolaborasi dengan KNWD tidak mengubah cara D’belel memandang jean bekas. KNWD sendiri dikenal sebagai brand jam tangan yang menggunakan limbah kayu maple sebagai bahan utama produknya. Kayu-kayu ini berasal dari sisa produksi yang tidak lagi terpakai, lalu diolah kembali menjadi penanda waktu. Di titik ini, kedua brand bertemu dalam nilai yang sama memberi fungsi baru pada barang yang sering dianggap tidak berguna

“Kolaborasi ini awalnya iseng, dilanjutkan karena sama sama dari barang bekas” ujar Sari.

KNWD menghadirkan jam tangan dari limbah kayu maple, sementara D’belel mengambil satu peran penting menciptakan strap yang sejalan dengan semangat keberlanjutan yang mereka pegang bersama.

Strap Jeans memberi kesan kasual dan hangat di pergelangan tangan. Tekstur kainnya berpadu dengan karakter alami kayu maple yang halus. Perpaduan ini tidak berusaha tampil mewah atau eksklusif. Jam tangan ini justru terasa dekat dengan keseharian. Ia bisa dipakai saat bekerja, beraktivitas, atau sekadar berjalan santai tanpa harus menyesuaikan gaya berlebihan.

Bagi D’belel, kolaborasi ini tidak berhenti pada urusan visual atau penempelan logo. Yang ingin dijaga adalah konsistensi nilai. Strap tetap  menjadi medium utama untuk menyampaikan pesan tentang penggunaan ulang.

“Kalau kita rawat dan pakai dengan sadar, keduanya bisa bertahan lama.” kata Sari.

Di titik ini, strap Jeans bukan lagi sekadar pelengkap jam tangan. Ia menjadi pengingat kecil bahwa keberlanjutan bisa hadir lewat detail sederhana dan lewat pilihan yang kita buat setiap hari.

Share the Post:

Related Posts

This Headline Grabs Visitors’ Attention

A short description introducing your business and the services to visitors.