Ketika Aliran Air Menjadi Cahaya

Seseorang pengelola PLTMH menjelaskan sistem kerja Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro yang mengubah aliran air menjadi sumber energi listrik ramah lingkungan.
Foto: Dok Pribadi/Natera

Di tengah rimbun bambu dan gemericik air yang mengalir tenang di Ekowisata Boon Pring, Kabupaten Malang, listrik tak datang dari deru mesin diesel atau kabel panjang dari kota. Cahaya lampu yang menyala saat senja justru bersumber dari sesuatu yang selama ini dianggap biasa itu adalah aliran air.

Di sinilah Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) hasil kolaborasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Bupati dan BN146 bekerja diam, stabil, dan nyaris tak terasa, namun dampaknya nyata bagi kawasan wisata dan warga desa sekitar.

Dari Aliran Air ke Energi Bersih

PLTMH di Boon Pring memanfaatkan energi potensial air yang dialirkan melalui saluran irigasi. Air jatuh (Energi Kinetik), dari ketinggian tertentu (Energi Potensial), memutar turbin, lalu diubah menjadi energi listrik melalui generator. Tidak ada pembakaran, tidak ada emisi gas buang. Air tetap mengalir kembali ke sungai, melanjutkan siklus alaminya.

“PLTMH ini prinsipnya sederhana. Kita tidak menghabiskan air, hanya memanfaatkan energi jatuhnya (Energi Kinetik),” terang salah satu pengelola yang terlibat dalam pengembangan sistem ini 

Dengan kapasitas yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal, listrik dari PLTMH digunakan untuk menerangi kawasan Ekowisata Boon Pring mulai dari penerangan jalan setapak, fasilitas umum, hingga beberapa titik pendukung aktivitas wisata.

Listrik yang Membuat Wisata Hidup Lebih Lama

Sebelum PLTMH beroperasi, aktivitas wisata di Boon Pring sangat bergantung pada cahaya matahari. Begitu senja datang, kawasan perlahan redup. Kini, lampu-lampu menyala hingga malam, membuka ruang bagi aktivitas ekonomi baru.

Pengunjung bisa menikmati suasana bambu di malam hari, warga dapat mengelola warung lebih lama, dan pengelola wisata memiliki fleksibilitas untuk mengembangkan konsep ekowisata yang lebih beragam tanpa harus bergantung penuh pada listrik dari luar desa.

Yang menarik, listrik ini tidak hanya soal terang, tapi juga tentang rasa memiliki. Sistem PLTMH dirancang untuk dikelola bersama, dengan keterlibatan masyarakat desa sebagai bagian dari operasional dan pemeliharaan.

Bukan Sekadar Pembangkit, Tapi Sistem yang Terintegrasi

Keunikan PLTMH Boon Pring terletak pada integrasinya dengan sistem irigasi yang sudah ada sejak lama. Air yang digunakan untuk pembangkit juga mendukung pengairan lahan pertanian warga. Dengan pengaturan debit yang disepakati, kebutuhan listrik dan irigasi berjalan beriringan.

Dalam praktiknya, pembagian air diatur agar tetap memenuhi kebutuhan warga sekitar ribuan liter per detik tanpa mengorbankan fungsi pembangkit 

Skema ini sempat memunculkan tantangan di awal, terutama soal persepsi distribusi air, namun perlahan teratasi melalui dialog dan penyesuaian teknis.

PLTMH menjadi contoh bagaimana energi terbarukan tak harus berdiri sendiri, melainkan bisa menjadi bagian dari ekosistem desa.

Kampus Turun ke Desa, Teknologi Turun ke Tanah

Bagi UMM, PLTMH Boon Pring bukan sekadar proyek teknis, melainkan ruang belajar hidup. Mahasiswa dan dosen terlibat dalam perancangan, pemantauan, hingga evaluasi sistem. Di sisi lain, warga desa mendapatkan transfer pengetahuan tentang pengelolaan energi bersih.

“Ini bukan cuma soal listrik, tapi juga soal kemandirian energi,” ungkap salah satu akademisi UMM yang terlibat dalam proyek ini 

Kolaborasi dengan BUMN memperkuat sisi pendanaan dan keberlanjutan, memastikan pembangkit ini tidak berhenti sebagai proyek jangka pendek.

Energi Sunyi yang Dampaknya Nyata

PLTMH di Ekowisata Boon Pring tidak bising, tidak mencolok, dan tidak viral. Tapi justru di situlah kekuatannya. Ia bekerja senyap, mengubah aliran air menjadi cahaya, mendukung pariwisata, pertanian, dan kehidupan desa secara bersamaan.

Di tengah gempuran isu krisis energi dan perubahan iklim, Boon Pring menawarkan narasi alternatif, bahwa solusi bisa lahir dari desa, dari kolaborasi, dan dari teknologi yang menghormati alam.

Ketika malam turun dan lampu-lampu menyala di antara rumpun bambu, PLTMH UMM membuktikan satu hal energi ramah lingkungan bukan konsep jauh, tapi realitas yang bisa dinikmati hari ini.

Share the Post:

Related Posts

This Headline Grabs Visitors’ Attention

A short description introducing your business and the services to visitors.