Garbage Designer Dunia Asal Malang

Taufiq Shaleh Saguanto, garbage designer dunia asal malang
Wawancara bersama Taufiq Shaleh Saguanto di rumahnya, yang kini ia sulap menjadi Museum HotBottles. Di ruang kecil penuh botol plastik bekas ini, Taufiq membagikan kisahnya merakit limbah menjadi karya seni dan ruang edukasi tanpa memungut biaya masuk.
Foto: Dok Pribadi/Natera.

Kota Malang–Hello Naters! Di balik tumpukan sampah plastik yang memenuhi garasinya, Taufiq Saguanto, yang akrab disapa Taufik, dengan telaten memilah botol-botol plastik berdasarkan jenis dan warna. Dari bahan-bahan bekas itulah ia merakit miniatur motor hingga robot. Kini, ia dikenal sebagai seorang garbage designer kelas dunia.

Awal Mula Berdirinya HotBottles

Berawal dari keinginannya untuk memulai usaha tanpa modal besar, ia mencoba mencari peluang dengan hanya bermodalkan Rp50.000. Dari proses mencari inspirasi, ia awalnya mencoba membuat sebuah karya dengan menempelkan berbagai bentuk botol plastik bekas hingga menjadi miniatur mobil F1. Banyak kendala ketika taufik membuat kerajinan mulai dari gagalnya saat proses pengecatan hingga karya yang tidak sesuai dengan design yang ia rancang sebelumnya.

Awalnya, karya itu hanya dibuat sebagai pajangan sederhana di rumah tanpa niat untuk dijual. Namun, semuanya berubah ketika seorang tamu berkunjung, terkesan dengan detail dan keunikannya, lalu membagikannya di media sosial. Unggahan itu menarik banyak perhatian, hingga dalam waktu singkat berbagai permintaan mulai berdatangan. Tidak hanya dari teman dan kenalan, tetapi juga dari sejumlah kantor yang memesan karya tersebut sebagai hiasan ruang kerja mereka.

 “padahal dulunya saya sama tetangga sekitar, bahkan sama kerabat saya sendiri sering dibilang sarjana pemulung, tapi ya sekarang sudah mulai menerima karena hasil karya saya juga nyata ada hasilnya” ungkapnya Saat ditemui tim natera di kediamanya.

Dari situlah ia memberi nama karyanya “HotBottles”, terinspirasi dari mainan Hot Wheels yang dahulu sering ia koleksi bersama anaknya. Sejak miniatur F1 pertamanya mendapat respons positif, Taufiq semakin serius mengembangkan brand HotBottles. Dilansir dari Malang Pagi, Taufiq kini mampu menghasilkan omzet sekitar Rp30 juta per bulan dari berbagai produk kreatif yang ia buat.

Rumah Menjadi Museum

Pada tahun 2018, selain mendirikan perusahaan HotBottles, ia juga mulai fokus memberikan berbagai pelatihan sekaligus membangun sebuah museum mini yang memamerkan seluruh karya yang ia buat di rumahnya sendiri.

Saat ditemui oleh tim natera di kediamanya Taufiq menegaskan “Membuat pameran karya di rumah sebenarnya saya tunjukkan supaya kalau ada orang yang mau melihat karya saya atau sekalian mau belajar jadi enak tinggal berkunjung saja ke rumah saya”

Anak-anak TK hingga mahasiswa kerap berkunjung ke museum sekaligus rumah tinggal Taufik untuk melihat langsung proses kreatifnya atau belajar membuat karya dari botol bekas. Tak jarang pula masyarakat umum datang karena penasaran dengan miniatur motor dan berbagai kerajinan lain yang Taufik ciptakan dari sampah botol plastik.

Tidak ada tarif masuk untuk mengunjungi Museum HotBottles. Pengunjung yang ingin belajar langsung membuat karya bersama Taufiq hanya perlu melakukan reservasi dan mengatur jadwal terlebih dahulu. Dengan sistem ini, Taufiq bisa memastikan setiap sesi tetap nyaman, terarah, dan memberikan pengalaman belajar yang maksimal bagi siapa pun yang datang.

Julukan Garbage Designer Dunia

Sejak berdiri, HotBottles telah mengantarkan Taufik meraih berbagai prestasi, mulai dari tingkat regional hingga nasional. Terbaru, ia mendapatkan The Green Gateway Award dalam kategori Excellence in Environmental and Economic Inclusion. Mengutip Times Indonesia, penghargaan ini menjadi pengakuan atas peran Muhammad Taufiq Shaleh Saguanto dalam mendorong inklusi ekonomi melalui pendekatan yang tetap ramah lingkungan sejalan dengan visinya mengubah sampah plastik menjadi karya bernilai.

Muhammad Taufiq Saguanto ATI 2025
Konsistensinya mengubah limbah plastik menjadi peluang ekonomi berkelanjutan mengantarkan Taufiq Shaleh Saguanto menerima The Green Gateway Award pada ATI 2025. Upayanya memperlihatkan bahwa ekonomi hijau tidak sekadar wacana, tetapi praktik yang bisa menguatkan masyarakat.
foto : Times Indonesia

”tapi yang bikin saya bangga hingga sekarang dulu sempat diundang di acara Kick Andy, dan saya menjadi orang pertama dari malang yang pernah masuk Channel” celetuk Taufiq kepada tim natera.

Berbekal ketangguhannya mengelola sampah botol plastik dan kesadaran tinggi menjaga lingkungan, kiprah Taufik akhirnya mendapat apresiasi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia pun dipercaya menjadi volunteer di United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR)  menjadi trainer bagi masyarakat dalam upaya menyelamatkan lingkungan dari sampah botol bekas . Kepercayaan ini bukan datang tiba-tiba, pria lulusan Universitas Muhammadiyah Malang tersebut selama bertahun-tahun konsisten mengubah limbah botol plastik menjadi karya bernilai dan edukatif. Kiprahnya tidak hanya soal daur ulang, tetapi juga tentang membuka wawasan bahwa setiap orang punya peran dalam menyelamatkan lingkungan, dimulai dari hal sederhana di sekitar mereka.

Sertifikat UNHCR Taufiq shaleh Saguanto
UNHCR memberi sertifikat kepada Taufiq atas dedikasinya melatih warga mengolah sampah botol bekas. Sebuah capaian yang menunjukkan bagaimana aksi sehari-hari bisa berdampak lebih luas dari yang kita bayangkan.
Foto : Dok Pribadi/Natera

“Memang sekarang lebih fokus untuk edukasi saja, karena saya yakin dari perubahan kecil bisa membawa dampak besar” ujarnya kepada tim natera.

Menjadi seorang garbage designer dunia bukanlah beban bagi Taufiq. Justru predikat itu menjadi tantangan sekaligus motivasi baginya untuk terus menunjukkan bahwa sampah di sekitar kita bisa diolah menjadi karya seni yang bernilai bahkan ladang kesuksesan. Melalui karya dan edukasi yang ia bagikan, Taufiq ingin membuktikan bahwa kreativitas dan kesadaran lingkungan dapat berjalan beriringan, mengubah sesuatu yang dianggap tidak bernilai menjadi sesuatu yang bermanfaat dan menginspirasi banyak orang.

Share the Post:

Related Posts

This Headline Grabs Visitors’ Attention

A short description introducing your business and the services to visitors.