
Foto : iLitterless
Suasana kafe sering orang anggap sebagai ruang santai, tempat obrolan ringan dan jeda dari rutinitas. Namun bagi iLitterless Indonesia, kafe juga menyimpan peluang besar untuk mengubah kebiasaan mengelola sampah harian.
Keresahan itu muncul dari interaksi sederhana dengan komunitas. Nina Amelia, Educational & Outreach Coordinator iLitterless, mengingat betul pertanyaan yang sering muncul dari relawan dan mitra.
“Ketika kita menghadirkan layanan PML itu tadi, ada beberapa teman-teman yang bilang kayak gini. Kak, kenapa sih iLitterless tuh gak punya satu wadah yang simple gitu ya?” Jelas Nina dalam wawancara bersama dengan Tim Natera
Pertanyaan itu berangkat dari kebutuhan praktis. Banyak orang ingin setor sampah anorganik tanpa harus datang ke titik pengelolaan yang jauh.
Mereka menginginkan satu wadah ringkas. Wadah itu bisa hadir di ruang yang sudah akrab dengan aktivitas sehari-hari.
Kafe menjadi pilihan paling masuk akal. Orang datang rutin, membawa botol plastik, kemasan skincare kosong, dan kertas bekas dari aktivitas harian.
“Supaya kalau ngopi sekalian deh bisa nyetor. Berangkat dari situ, akhirnya kita bikin satu dropbox. Namanya adalah MOBI RS, Mini on Boarding of illitterless Recycling Station.” Tambahnya
Tiga Slot yang Membentuk Kebiasaan
iLitterless kemudian memperkenalkan MOBI-RS pada Maret 2022. Kotak sampah portabel ini hadir sebagai jembatan antara kebiasaan konsumsi dan pengelolaan sampah yang lebih sadar.
MOBI-RS memiliki kapasitas sekitar 10 hingga 15 kilogram untuk seluruh slot. Desainnya sengaja sederhana agar mudah orang pahami dan gunakan.
Ikon “Happy Whale” menempel di bodinya. Simbol ini mengingatkan hubungan antara sampah harian dan ancaman nyata bagi ekosistem laut.
Kolaborasi pertama terjalin bersama Vosco Coffee. Selama Maret, MOBI-RS mencatat 47 penyetor dan mengumpulkan lebih dari 50 kilogram sampah terpilah. Capaian itu menunjukkan satu hal penting. Ketika akses hadir dekat, orang lebih mudah mengambil peran.
Namun MOBI-RS tidak selalu hadir dalam bentuk ringkas seperti sekarang. Versi awal justru tampil besar dan menyita ruang.

Foto : Dok Pribadi/Natera
“Jadi, mobi itu dulu memang dimensinya panjang, tingginya sekitar 155 cm. Jadi, cukup gede itu dropboxnya. Dia bulky.” Jelas Nina menggambarkan MOBI RS
Seiring waktu, iLitterless menyesuaikan desain. MOBI-RS lalu mengusung konsep fleksibel dengan tiga hingga empat slot sesuai kebutuhan lokasi.
“Terus ada tiga slot. Jadi, mulai dari skincare, kertas, sama plastik.”
Tiga slot itu menjadi pembeda utama. Botol plastik, kemasan skincare dan bodycare, serta kertas atau karton tidak lagi bercampur dalam satu wadah.
MOBI-RS juga menambahkan fitur QR code. Penyumbang bisa menukar setoran sampah dengan voucher dari kafe atau restoran mitra.
Namun iLitterless tidak menganggap MOBI-RS sebagai tempat sampah biasa. Mereka menyebutnya “The Next Level Waste Bins”.
Agar setoran tetap berkualitas, iLitterless menetapkan syarat jelas. Sampah harus sesuai slot, minim residu, kering, dan tidak berbau.
Hingga kini, MOBI-RS telah hadir di 12 titik pada tiga kota besar. Malang, Surabaya, dan Jember menjadi ruang uji pendekatan ini.
Bergerak dari Kafe ke Komunitas Kota
Menurut Nina, Kota Malang menyimpan tantangan sekaligus peluang besar. Kota ini memiliki sekitar 3.000 kafe dan restoran dengan produksi sampah harian cukup tinggi.
iLitterless mulai menggandeng sejumlah kafe untuk kampanye pilah sampah. Mereka ingin mengelola sampah anorganik sejak sumbernya.
MOBI-RS tidak menetap pada satu tempat. Mobilitas menjadi kekuatan utamanya.
“MOBI lewat kafe-kafe mitra atau event-event. Jadi, memang sifatnya mobi itu bisa dipindahkan. “
Sistem peminjaman juga pernah berjalan aktif. Mahasiswa dan komunitas kerap memanfaatkan MOBI-RS untuk kegiatan kampus dan acara publik.
Beberapa mahasiswa Universitas Brawijaya bahkan meminjam MOBI-RS selama berbulan-bulan. Mereka memajangnya di fakultas sebagai media edukasi.
Skema ini membuka ruang eksperimen. iLitterless bisa mengamati pola setor sampah dalam berbagai konteks. Namun penggunaan intensif membawa konsekuensi. MOBI-RS mengalami banyak lecet dan kerusakan fisik.
“Tapi sekarang mobi itu lagi reparasi banget. Karena dia kan sistemnya dipinjam. Jadi, dia lecet dan lain-lain. Sekarang masih kita rancang lagi. Kita prototipe lagi supaya dia lebih bagus.”
Proses perancangan ulang terus berjalan. iLitterless ingin menghadirkan MOBI-RS yang lebih tahan, ringkas, dan mudah berpindah.
Bagi Nina, MOBI-RS bukan sekadar kotak sampah. Ia menjadi alat cerita tentang pilihan kecil yang berdampak panjang.
Tiga slot pada MOBI-RS memisah sampah, sekaligus memisah cara pandang. Ngopi tidak lagi sekadar konsumsi, tetapi juga momen tanggung jawab.