
Malang – Kolaborasi antara iLitterless Indonesia, EB Impact, dan Buang Disini menjadi strategi untuk menjaga keberlanjutan program pengelolaan sampah di Kota Malang. Pendekatan yang disebut retain to sustain ini disampaikan oleh Nina Amelia, Education and Outreach Coordinator iLitterless, sebagai upaya mempertahankan layanan yang sudah berjalan agar tidak berhenti di tengah jalan.
Bagi iLitterless, tantangan terbesar kerja-kerja lingkungan bukan hanya memulai program, tetapi memastikan program tersebut tetap hidup. Banyak inisiatif pengelolaan sampah berhenti karena keterbatasan sumber daya, menurunnya partisipasi publik, atau tidak adanya sistem lanjutan. Kondisi inilah yang mendorong iLitterless menguatkan kolaborasi lintas organisasi sebagai strategi bertahan.
Retain to Sustain sebagai Strategi Keberlanjutan
Konsep retain to sustain berangkat dari pengalaman lapangan iLitterless dalam mendampingi komunitas dan mitra. Fokusnya bukan memperbanyak program baru, melainkan menjaga program yang sudah ada agar tetap relevan dan digunakan.
“Buat kami, sustain itu artinya layanan tetap dipakai dan dipercaya,” ujar Nina.
Menurutnya, mempertahankan kebiasaan memilah sampah yang sudah mulai tumbuh sering kali jauh lebih menantang dibanding mengajak orang memulai dari nol.
Pendekatan ini menempatkan keberlanjutan sebagai proses jangka panjang, bukan target instan. Program dinilai berhasil bukan dari seberapa banyak kampanye yang diluncurkan, tetapi dari seberapa lama praktik baik tersebut bertahan di keseharian masyarakat.
Kolaborasi sebagai Jalan Tengah
Sebagai NGO, iLitterless menyadari keterbatasan kapasitasnya. Edukasi dan pendampingan membutuhkan dukungan ekosistem agar tidak berhenti pada kesadaran semata. Kolaborasi dengan EB Impact dan Buang Disini dibangun untuk saling melengkapi peran, bukan tumpang tindih.
EB Impact, NGO berbasis di Singapura, memberikan perspektif keberlanjutan yang lebih luas. Melalui jejaring dan pendekatan dampak, kolaborasi ini membantu iLitterless melihat isu sampah lokal sebagai bagian dari persoalan global.
“Kami belajar bahwa praktik baik bisa direplikasi, tapi harus disesuaikan dengan konteks lokal,” kata Nina.
Sementara itu, Buang Disini hadir sebagai mitra lokal yang memahami realitas pengelolaan sampah di Kota Malang. Peran startup ini penting untuk memastikan bahwa sampah yang sudah dipilah benar-benar masuk ke jalur pengelolaan yang tepat.
Menjembatani Edukasi dan Praktik
Salah satu persoalan klasik dalam isu sampah adalah jurang antara edukasi dan praktik. Banyak orang memahami pentingnya memilah, tetapi tidak tahu ke mana sampah harus dibawa. Kolaborasi dengan Buang Disini menjadi jembatan agar upaya edukasi iLitterless tidak berhenti di tingkat wacana.
“Kalau hanya edukasi tanpa sistem pengelolaan, itu tidak akan berhasil,” ujar Nina.
Dengan adanya sistem penjemputan dan pengelolaan, publik memiliki kepastian bahwa usaha memilah mereka tidak sia-sia.
Edukasi Tetap Menjadi Fondasi
Meski memperkuat kolaborasi, iLitterless tidak menggeser fokus utamanya pada edukasi. Organisasi ini berangkat dari pengalaman personal para pendirinya yang sering melihat sampah kemasan menumpuk di ruang konsumsi seperti kafe. Kesadaran tersebut diperkuat oleh pengalaman menonton dokumenter Plastic Ocean, yang memperlihatkan dampak sampah plastik terhadap lingkungan laut.
Dari sana, iLitterless memilih pendekatan edukasi yang ringan dan dekat dengan keseharian, terutama bagi anak muda. Alih-alih menggurui, publik diajak memulai dari jenis sampah yang paling sering mereka hasilkan.
Tantangan Konsistensi Publik

Dalam praktik retain to sustain, tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi partisipasi. Antusiasme publik kerap tinggi di awal, namun menurun seiring waktu. iLitterless menyadari bahwa perubahan perilaku tidak bisa dipaksakan.
“Yang penting ada sistem yang bikin mereka mau kembali mencoba,” kata Nina.
Pendekatan ini menempatkan NGO bukan sebagai pengawas, melainkan pendamping yang memberi ruang belajar dan mencoba ulang.
Menjaga Program Tetap Relevan
Kolaborasi lintas organisasi juga berfungsi sebagai mekanisme evaluasi. Program yang tidak lagi relevan akan ditinggalkan, sekuat apa pun kampanyenya. Karena itu, iLitterless terus menyesuaikan pendekatan agar sejalan dengan kebutuhan mitra dan masyarakat.
Informasi mengenai visi, pendekatan kerja, dan program iLitterless dapat diakses melalui situs resmi mereka
Harapan di Tengah Keterbatasan
Di tengah keterbatasan sumber daya, kolaborasi iLitterless, EB Impact, dan Buang Disini menjadi contoh bahwa keberlanjutan bisa diupayakan melalui kerja bersama. EB Impact memperluas perspektif, Buang Disini menguatkan praktik lokal, dan iLitterless menjaga ruh edukasi.
Bagi iLitterless, retain to sustain bukan sekadar istilah, melainkan strategi bertahan. Harapannya sederhana namun menantang yaitu memastikan program lingkungan yang sudah dirintis tidak mudah padam dan terus memberi dampak nyata dalam jangka panjang,