Retrorika, Ruang Nongkrong yang Jadi Learning Center untuk Bumi

Ismi Wahid selaku CEO Retrorika bercerita soal Retrorika sebagai learning center untuk lingkungan
Ismi Wahid, CEO Retrorika, bercerita kepada Tim Natera tentang bagaimana ruang nongkrong ini tumbuh menjadi learning center lingkungan. Retrorika merawat kesadaran bahwa perubahan bisa dimulai dari meja kopi.
Foto : Dok Pribadi/Natera

Retrorika Coffee Bar and Resto berdiri di Kota Batu, Jawa Timur sejak 2018. Awalnya, tempat ini lahir dari ide membuat ruang tongkrongan bagi komunitas naturalist untuk berdiskusi tentang konservasi sumber daya alam, baik flora maupun fauna.

“Ada semangat untuk mencintai lingkungan di sana. Dengan mewadahi mereka untuk menciptakan ruang diskusi, harapannya idealisme itu terwujud. Nah, jadilah tempat tongkrongan ini,” kata Ismi.

Dari ruang nongkrong santai, Retrorika perlahan berubah menjadi learning center yang mendidik pengunjung peduli lingkungan. Setiap elemen di sini dirancang untuk edukasi lingkungan.

Prinsip 5R diterapkan dalam desain, operasional, hingga pengelolaan sampah kuliner. Pengunjung dapat belajar dan terinspirasi untuk hidup ramah lingkungan sambil menikmati kopi.

Edukasi Lingkungan Ala Retrorika

Tim edukasi Retrorika melanjutkan misi itu lewat program Retrorika Goes to Halokes. Mereka rutin bekerja sama dengan sekolah untuk menanamkan kebiasaan pilah sampah sejak rumah. Anak-anak dan remaja belajar secara aktif, sehingga edukasi menjadi pengalaman menyenangkan.

“Semua orang sudah bisa membuang sampah pada tempatnya. Yang ada sekarang adalah pilah sampah dari rumah,” jelas Ismi. 

Tempat sampah di Retrorika yang terbagi menjadi 3 jenis sampah
Di sudut Retrorika, tempat sampah jadi penanda kebiasaan baru untuk memilah sampah. Dari hal sederhana ini, Retrorika mengajak pengunjung belajar bahwa merawat bumi dimulai dari keputusan kecil yang kita buat setiap hari.
Foto : Dok Pribadi/Natera

Program ini fokus membiasakan generasi muda peduli lingkungan sejak dini. Ada juga Mini workshop Sasisu atau Sabtu Sinau Seru yang diadakan setiap 2 pekan sekali. 

Skill-based learning khas SaSiSu ini memberi pengalaman langsung membuat karya upcycle, memperkuat pembelajaran secara praktik.

Pengunjung yang datang juga mendapat edukasi soal zero waste living dan kebiasaan guna ulang. Dengan cara ini, coffee shop bukan sekedar tempat bersantai, tetapi ruang belajar yang mendorong perubahan perilaku kita terhadap lingkungan.

Learning Center Komunitas Naturalist

Kekuatan Retrorika bertambah lewat kolaborasi dengan Birdpacker, komunitas spesialis burung yang berdiri sejak 2015. Birdpacker menjalankan birding, fotografi, videografi, ilustrasi saintifik, hingga clothing. Mereka juga memimpin project citizen science terbesar di Indonesia, Burungnesia.

“Jadi di sini kami bergerak juga di ranah konservasi, bahwa binatang-binatang atau fauna-fauna yang sudah diambang kepunahan,” jelas Ismi.

Kolaborasi ini melibatkan ribuan pengamat burung di seluruh negeri, menciptakan data penting untuk konservasi. Selain itu, Birdpacker kampanyekan agar masyarakat tidak berburu liar.

“Misalnya burung, kami juga selalu mengkampanyekan kepada mereka untuk tidak melakukan perburuan liar,” tambah Ismi.

Kombinasi kegiatan komunitas dan edukasi membuat setiap kunjungan di Retrorika menjadi pengalaman menyeluruh, dari bersantap hingga belajar pelestarian alam.

Menjadikan Lingkungan Inti dari Bisnis

Retrorika membuktikan bahwa bisnis food and beverage bisa menyatu dengan gerakan lingkungan. 

“Kami tidak sekedar bisnis food and beverage atau perkopian, tetapi kami juga inti di dalamnya adalah sebuah gerakan supaya kita semuanya baik baiklah terhadap lingkungan,” kata Ismi.

Pemilahan sampah, penggunaan bahan ramah lingkungan, hingga desain interior semuanya mengikuti prinsip keberlanjutan. Setiap pengunjung belajar tentang tanggung jawab lingkungan sambil menikmati kopi dan makanan favorit mereka.

Dengan kombinasi konsep, kolaborasi komunitas, dan program edukasi, Retrorika sangat bisa  menjadi contoh learning center yang inovatif. Tempat ini menunjukkan bahwa nongkrong santai bisa bersinergi dengan pelestarian bumi.

Share the Post:

Related Posts

This Headline Grabs Visitors’ Attention

A short description introducing your business and the services to visitors.