
Dari Kemasan Plastik ke Ruang Belajar
Program Jumat Bersih M212 menjadi ruang pertama bagi anak-anak TPQ Qurrota A’yun mengenal daur ulang plastik, donasi kemasan plastik, dan pengelolaan sampah sejak dini. Setiap Jumat pagi, halaman kecil TPQ dipenuhi anak-anak yang membawa kemasan plastik dari rumah bungkus kopi, sachet sabun, gelas plastik, hingga bungkus mie instan. Semua diserahkan ke Galeri Daur Ulang M212 sebagai bagian dari donasi plastik mingguan, sebuah kebiasaan sederhana yang perlahan memutus perjalanan sampah menuju TPA.
Bungkus kopi menjadi sampah yang paling banyak terkumpul. Hal ini sejalan dengan temuan KLHK bahwa kemasan multilayer seperti bungkus kopi dan detergen merupakan kontributor besar sampah plastik rumah tangga (KLHK 2022), Sebelum menyentuh mesin atau alat, semua plastik ditimbang, dicatat, lalu disortir sesuai jenisnya. M212 mengelola lebih dari 70 jenis sampah, mulai dari botol PET, aluminium, kardus, hingga plastik kemasan.
Model kerja M212 adalah sirkular: warga setor sampah, tim menyortir, sebagian dijual kembali, sebagian diolah. Dari bungkus kopi yang biasanya dibuang, mereka menghasilkan tas, rompi, kostum festival, dan aksesori kreatif yang sering disewa sekolah-sekolah untuk acara seni.Operasional M212 bukan hanya mengolah limbah, tetapi menggerakkan komunitas. Sekitar 60 anggota aktif, terdiri dari warga, kader lingkungan, dan anggota bank sampah, membantu memastikan alur daur ulang berjalan setiap hari. M212 membuktikan bahwa gerakan lingkungan tidak harus besar; kadang ia tumbuh dari halaman kecil di tengah permukiman.
Anak-Anak sebagai Duta Lingkungan Kecil

Jumat Bersih tidak berhenti di tahap penyortiran. Setelah donasi plastik, anak-anak TPQ Qurrota A’yun mengikuti kelas mini dari tim edukasi M212. Mereka belajar melipat kemasan, membuat kerajinan dari plastik bekas, hingga memahami perjalanan sampah dari rumah ke tempat daur ulang. Aktivitas ini mengajarkan mereka tentang zero waste mindset secara visual, kreatif, dan menyenangkan.
Edukasi ini bukan teori kosong. Anak-anak mulai membiasakan memilah sampah di rumah. Mereka tahu mana plastik bersih dan mana yang bisa dijual. Kebiasaan ini penting, mengingat data DLH menyebut bahwa lebih dari 60% masyarakat Indonesia belum memilah sampah sejak dari sumbernya (DLH 2023), Dengan pengalaman langsung, anak-anak menjadi penyampai pesan lingkungan paling efektif di rumah mereka.
M212 juga menerima kunjungan sekolah dari Malang hingga Sulawesi. Lewat workshop ko-kurikuler, siswa belajar memilah, membuat kerajinan, dan mendengar kisah di balik rompi bungkus kopi yang bisa memakan waktu satu bulan pengerjaan.
Program Jumat Bersih bahkan menjadi salah satu aktivitas yang dilihat ketika tim DLH melakukan Verlab Adipura, karena ia menunjukkan keberlanjutan program, keterlibatan warga, serta alur bank sampah yang hidup.
Di balik semua proses manual menyortir, menimbang, menjahit ada satu nilai yang terus dijaga: keberlanjutan. Program Jumat Bersih mengajarkan bahwa perubahan besar bisa muncul dari langkah kecil: membawa selembar plastik setiap Jumat.
Dan dari halaman kecil TPQ Qurrota A’yun, langkah kecil itu terus mengalir menjadi gerakan.