Garten Animal, Konsep Hutan Cafe yang Dekat dengan Hewan

Kota Malang – Gartenhaus menjadi satu-satunya kafe di Kota Malang yang mengusung konsep hutan-kafe dengan menggabungkan green space, hewan, dan ruang berkumpul yang alami sejak pertama kali berdiri pada 2016. Garten Animal sebagai program khsusus di Kafe Gartenhaus ini memaksimalkan ruang hijau dan membangun interaksi manusia dengan hewan, kafe ini menawarkan pengalaman berbeda melalui suasana semi outdoor serta program komunitas yang pernah aktif digelar.

Di tengah padatnya kawasan perkotaan, Gartenhaus hadir sebagai ruang hijau yang unik. Dari luar, bangunannya didominasi material kayu hingga kerap disangka sebagai toko mebel. Namun begitu melangkah masuk, suasananya langsung berubah, udara yang sejuk, cahaya alami yang teduh, serta tanaman tropis yang memenuhi bangunan. Di sini lah konsep dan program Garten Animal lahir, gagasan yang menjadikan hewan sebagai bagian dari ekosistem kafe, bukan sekadar gimmick atau dekorasi.

Green Space, rumah bersama hewan

Sejak awal pendiriannya, sang owner yang berprofesi sebagai arsitek ini membangun Gartenhaus sebagai “rumah kebun” yang tumbuh dari kecintaannya pada tanaman dan lingkungan. Berbagai tanaman seperti monstera, kopi, hingga pohon sukun dibiarkan berkembang alami, membentuk ekosistem kecil yang hangat dan hidup.

Green space ini ternyata bukan sekadar untuk estetika. Ruang hijau yang dibiarkan tumbuh alami tersebut menjadi habitat ramah bagi hewan kecil yang datang dan menetap, khususnya kucing. Banyak kucing liar yang awalnya berkeliaran di kafe hingga akhirnya dirawat oleh sang owner.

Beberapa dari mereka kemudian disterilkan untuk menjaga kesehatan, mencegah peningkatan populasi berlebih, serta mengurangi risiko penularan penyakit. Perawatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Gartenhaus dalam menghadirkan ruang hijau yang tak hanya nyaman bagi manusia, tetapi juga layak bagi hewan-hewan yang hidup berdampingan di dalamnya.

Dari kucing hingga luwak ada di Garten Haus

Jauh sebelum Gartenhaus dibuka sebagai kafe, tempat ini merupakan rumah kebun pribadi sang owner. Saat itu, beberapa hewan dipelihara secara pribadi, termasuk luwak, karena pemilik sedang memproduksi kopi luwak secara mandiri. Produksi tersebut dilakukan bukan untuk kebutuhan komersial besar, melainkan konsumsi pribadi dan keperluan internal.

“Kita juga ada luwak, karena dulu kita produksi kopi untuk konsumsi pribadi dan komersil cafe,” jelas salah satu karyawan.

Seiring berkembangnya kafe dan bergesernya fokus operasional, sebagian hewan akhirnya dipindahkan. Namun jejak keberadaan mereka tetap melekat pada identitas Gartenhaus sebagai ruang hijau hidup yang tumbuh bersama beragam makhluk.

Garten Animal menjadi ruang komunitas pecinta hewan

Kedekatan dengan hewan inilah yang kemudian melahirkan program Garten Animal. Dengan semakin banyaknya kucing yang dirawat serta aktifnya interaksi antara pengunjung dan hewan, Gartenhaus mulai membuka ruang bagi komunitas pecinta hewan untuk berkumpul.

Melalui program Garten Animal, pengunjung dapat membawa hewan peliharaannya untuk bermain, bersosialisasi, hingga mengikuti kegiatan edukasi yang diselenggarakan bersama komunitas animal lovers. Halaman utama kafe pernah dijadikan sebagai lokasi sejumlah event, mulai dari sesi interaksi hewan, pengenalan hewan adopsi, hingga diskusi seputar perawatan hewan.

“Banyak kucing-kucing liar yang akhirnya kita rawat sendiri, khususnya kucing ras. Kemudian mereka biasa kita ikutkan event animal lovers,” ujar karyawan tersebut.

Sayangnya, kesibukan owner dan meningkatnya kegiatan operasional membuat program Garten Animal kini jarang diadakan. Meski begitu, Garten Animal tetap menjadi bagian penting dari sejarah dan identitas Gartenhaus sebagai sebuah refleksi bagaimana ruang hijau dapat menjadi pusat interaksi antar spesies,

Dengan konsep hutan-kafe yang konsisten dipertahankan, Gartenhaus berhasil menunjukkan bahwa ruang hijau kecil dapat hidup berdampingan dengan manusia dan hewan sekaligus. Tanaman yang tumbuh bebas, kucing-kucing yang dirawat dengan penuh perhatian, hingga sejarah keberadaan luwak dan event komunitas hewan, semuanya membentuk wajah Garten Animal sebagai gagasan ekologi yang nyata.

Di tengah kota yang semakin padat dan penuh bangunan tinggi, Garten Animal di Kafe Gartenhaus menghadirkan pengalaman berbeda. Sebuah ruang yang tumbuh alami, menyatu dengan hewan, dan memberikan tempat bagi komunitas untuk merayakan kehidupan dalam bentuk paling sederhana bersama alam dan makhluk hidup di dalamnya.

Share the Post:

Related Posts

This Headline Grabs Visitors’ Attention

A short description introducing your business and the services to visitors.