
Malang – Harapan dan mimpi iLitterless Indonesia untuk tetap berkelanjutan sebagai organisasi lingkungan disampaikan oleh Nina Amelia, Education and Outreach Coordinator iLitterless, dalam liputan bersama tim Natera. Di tengah tantangan pendanaan, konsistensi partisipasi publik, dan dinamika isu persampahan perkotaan, iLitterless berupaya menjaga layanan serta program kerjanya agar tetap berjalan dan relevan dalam jangka panjang.
Bagi iLitterless, keberlanjutan bukan sekadar bertahan sebagai organisasi, melainkan memastikan perubahan perilaku memilah sampah terus terjadi di tingkat individu, komunitas, hingga mitra usaha.
“Harapan kami sederhana tapi panjang iLitterless bisa sustain, bukan cuma lima tahun, tapi sepuluh sampai dua puluh tahun ke depan,” ujar Nina.
Dari Pengalaman Personal ke Kerja Kolektif
Nina menjelaskan, iLitterless lahir dari pengalaman personal para pendirinya yang kerap beraktivitas di ruang konsumsi seperti kafe dan melihat langsung besarnya timbulan sampah kemasan. Kesadaran itu semakin menguat setelah sang pendiri menyaksikan dokumenter Plastic Ocean, yang menggambarkan dampak serius sampah plastik terhadap ekosistem laut.
“Dari situ muncul pertanyaan sederhana , apa satu hal kecil yang bisa kami lakukan dan ajak orang lain lakukan bersama?” kata Nina.
Jawaban yang dipilih adalah memulai dari pemilahan sampah di sumber rumah dan kafe karena beban pemilahan di TPS sering kali tidak sebanding dengan waktu dan tenaga petugas di lapangan.
Menjaga Layanan Tetap Relevan

Seiring waktu, iLitterless mengembangkan berbagai layanan dan program berbasis edukasi dan pengelolaan sampah. Namun, menurut Nina, tantangan terbesar saat ini bukan menciptakan program baru, melainkan menjaga program yang sudah berjalan agar tetap hidup, dipakai, dan dipercaya.
“Buat kami, sustain itu artinya layanan tetap dipakai, tetap dipercaya, dan tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Kepercayaan publik menjadi modal penting. Tanpa kepercayaan, partisipasi akan menurun dan program berisiko berhenti di tengah jalan, meskipun niat awalnya kuat.
Edukasi sebagai Investasi Jangka Panjang
Dalam upaya menjaga keberlanjutan iLitterless, edukasi ditempatkan sebagai investasi jangka panjang. Perubahan perilaku, kata Nina, tidak bisa diukur dalam hitungan hari atau bulan. Ia membutuhkan proses yang berulang, konsisten, dan sabar.
“Kadang hasilnya tidak langsung kelihatan. Tapi kalau edukasi berhenti, dampaknya justru lebih terasa,” kata Nina.
Karena itu, pendekatan edukasi iLitterless dirancang agar dekat dengan keseharian, terutama bagi anak muda. Bahasa yang ringan, visual yang mudah dipahami, serta kolaborasi dengan ruang publik seperti kafe dipilih agar pesan tidak terasa menggurui.
Tantangan Konsistensi Publik
Meski kesadaran lingkungan mulai tumbuh, konsistensi publik masih menjadi tantangan utama. Banyak individu dan mitra yang antusias di awal, tetapi sulit menjaga kebiasaan dalam jangka panjang. Hal ini turut memengaruhi keberlanjutan layanan dan program yang dijalankan.
Menurut Nina, peran NGO tidak berhenti pada mengajak, tetapi juga menemani.
“Kami tidak bisa berharap semua orang langsung konsisten. Yang penting ada sistem yang bikin mereka mau kembali mencoba,” ujarnya.
Pendekatan ini diambil agar publik tidak merasa dihakimi ketika belum mampu menerapkan kebiasaan baru secara utuh.
Antara Dukungan dan Kemandirian Organisasi
Sebagai organisasi non-pemerintah, iLitterless menyadari bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak merupakan keniscayaan. Dukungan dari mitra, komunitas, dan sektor lain menjadi bagian penting dari keberlangsungan program. Namun, ketergantungan berlebihan juga menyimpan risiko jika satu dukungan berhenti.
Nina menyebut, mimpi jangka panjang iLitterless adalah memiliki fondasi organisasi yang cukup kuat agar tidak mudah goyah ketika situasi berubah.
“Kami ingin program tetap jalan meskipun kondisinya tidak selalu ideal,” katanya.
Prinsip yang dipegang sederhana yaitu selama layanan dibutuhkan dan berdampak, peluang untuk bertahan akan selalu ada.
Informasi mengenai visi, pendekatan kerja, dan layanan iLitterless dapat diakses melalui situs resmi mereka
Mimpi tentang Ekosistem yang Lebih Kuat
Lebih dari sekadar menjaga organisasi tetap hidup, mimpi iLitterless adalah membangun ekosistem pengelolaan sampah yang lebih kuat dan saling terhubung. Nina berharap, ke depan semakin banyak pihak yang terlibat mulai dari individu, pelaku usaha, hingga institusi sehingga tanggung jawab pengelolaan sampah tidak hanya bertumpu pada NGO.
Bagi iLitterless, keberlanjutan bukan janji besar yang diucapkan sekali. Ia adalah kerja kecil yang dilakukan berulang, hari demi hari.
“Tujuan akhirnya, orang merasa memilah sampah itu tidak rumit,” kata Nina.
Dari kebiasaan kecil itulah, perubahan yang lebih besar diharapkan tumbuh dan bertahan.