
Pilah Sampah Sejak Dini, Cerita Capunglam Goes To School
Hello Naters!-Di sebuah sekolah dasar, beberapa anak duduk melingkar di depan kelas sambil memegang gambar botol plastik, sisa makanan, dan kertas bekas. Suasana belajar terasa
Erik Yustiana, pemilik Yust Collection asal Malang, mengubah sampah nonlogam seperti kain perca, kertas, dan plastik menjadi produk fesyen ramah lingkungan bernilai tinggi. Usahanya tak hanya kreatif, tapi juga memberdayakan warga sekitar dan kurangi limbah kota.

Hello Naters!-Di sebuah sekolah dasar, beberapa anak duduk melingkar di depan kelas sambil memegang gambar botol plastik, sisa makanan, dan kertas bekas. Suasana belajar terasa
Pagi itu, deretan kotak susu bekas tersusun rapi di sudut sebuah kafe di Kota Malang. Bukan menunggu dibuang, melainkan dijemput. Anak-anak muda yang biasanya datang
Pagi itu, beberapa kardus bekas belanja daring, botol plastik yang sudah dibilas, dan kemasan susu UHT tersusun rapi di sudut rumah. Tidak ada aroma menyengat,
Pagi itu, di sudut dapur sebuah kafe di Kota Malang, tumpukan kotak susu bekas berdiri rapi di pojok ruangan. Tidak berbau, terlipat, dan tampak aman.
Pagi di Capunglam Farm dimulai dengan suara yang khas, kepakan ayam dari kandang bambu, gemericik air kolam lele, dan aroma tanah basah yang bercampur sisa

Kertas selalu menyimpan jejak pengetahuan, tetapi tak semua buku berakhir di rak. Banyak halaman berhenti di sudut ruang, terlipat debu, atau masuk tumpukan di tempat
Mengulas perjalanan sampah dari sumbernya hingga menjadi sisa.
Menguak sisi tersembunyi industri dan strategi kapitalisme.
Menampilkan kisah tentang inovasi dan kreativitas di balik transformasi limbah menjadi suatu karya.
Mengajak perubahan kecil menuju gaya hidup yang lebih sadar dan ramah lingkungan.
Sapaan ringan dan penuh makna di setiap momen penting untuk bumi kita.