
Karya dari Alam, Cerita Rumah Kreasi Ken-Ken
Rumah Kreasi Ken-Ken menjadi salah satu UMKM ramah lingkungan di Kota Malang yang mengembangkan kain ecoprint, batik pewarna alami, tas handmade, sepatu ecoprint, dan kerajinan
Kisah tentang inovasi dan kreativitas di balik transformasi limbah menjadi suatu karya yang bernilai

Rumah Kreasi Ken-Ken menjadi salah satu UMKM ramah lingkungan di Kota Malang yang mengembangkan kain ecoprint, batik pewarna alami, tas handmade, sepatu ecoprint, dan kerajinan

Malang – Berawal dari rasa penasaran terhadap seni ecoprint yang saat itu masih tergolong langka di Indonesia, Susi, perintis Rumah Kreasi Ken Ken di Malang,
Bank Sampah Indah Lestari (BSIL) membuktikan bahwa dengan mesin pencacah plastik sederhana mampu menjawab persoalan sampah yang kian menumpuk. Teknologi dan fasilitas modern kerap dianggap
Pameran upcycle plastik Sarwo Migunani hadir sebagai ruang bertemunya seni, lingkungan, dan gerakan komunitas di Kota Malang. Melalui pameran upcycle plastik ini, berbagai limbah residu

Coba bayangkan dua lemari penuh jeans koleksi bertahun-tahun, mulai dari yang skinny hingga yang cutbray, dari yang masih mulus sampai yang sudah luntur warnanya. Bagi
Di tengah derasnya tren fast fashion yang berubah secepat timeline media sosial, pakaian bekas masih sering dianggap tidak menarik. Sebagian orang memandang baju hasil daur
Tumpukan celana jeans bekas itu tampak usang. Beberapa menyisakan warna biru pudar, sebagian lain menghadirkan sobekan kecil di bagian lutut. Ada noda samar yang sulit
Sustainable fashion kini semakin dikenal di kalangan anak muda, termasuk melalui hadirnya brand lokal seperti fashion by Zizi. Di balik brand tersebut, ada perjalanan panjang
Permasalahan sampah plastik selama ini sering dipandang hanya sebatas persoalan volume yang terus menumpuk. Padahal, persoalan terbesar tidak hanya terletak pada banyaknya limbah yang dihasilkan,

Feyzion by Zizi padukan upcycle denim dan wastra Nusantara dalam fashion urban yang dekat dengan gaya hidup Gen Z

Malang – Sebuah kafe berbasis lanskap bernama Khace di Malang memanfaatkan lahan hijau luas sebagai multifunction lawn, yakni ruang terbuka yang tidak hanya digunakan untuk
Malang – Halo Naters! Di sebuah rumah sederhana di Kota Malang, deretan botol plastik bekas tak lagi terlihat sebagai sampah. Di tangan kreatif pemiliknya, benda-benda
Di balik ramainya aktivitas kedai kopi, ada satu hal yang terus bergerak tanpa banyak disadari: aliran sampah plastik dari gelas minuman. Setiap hari, ratusan hingga
Di balik ramainya kedai kopi, ada satu hal yang sering luput dari perhatian: tumpukan sampah plastik dari gelas minuman. Setiap hari, ratusan hingga ribuan cup
Di tengah isu sampah plastik yang terus meningkat, muncul satu inovasi yang mulai banyak ditemui di ruang publik: mesin yang bisa “makan” botol plastik dan
Malang – Sebuah museum daur ulang berbasis karya dari botol plastik bekas resmi dibuka oleh Hotbottles Recycle Company di kawasan B-Walk Dau, Kabupaten Malang. Museum

Blitar – Penghargaan yang diraih D’Belel Tas Upcycle menjadi pengakuan formal atas konsistensi brand ini dalam mengolah limbah tekstil menjadi produk bernilai guna dan sosial,

Malang – Bagaimana layanan ICOS iLitterless dikembangkan sebagai solusi pengelolaan sampah kemasan di kafe dibahas dalam liputan bersama iLitterless melalui wawancara dengan Nina Amelia, Education
Kota Malang – Ketika persoalan sampah kota kerap dibahas masyarakat seperti TPA yang penuh, sungai tercemar, dan plastik menumpuk. Thrills4Life justru memulainya dari ruang paling
Ardhiana Malrasari, pendiri D’Belel asal Blitar, merintis usaha upcycle dengan mengolah limbah tekstil sejak bertahun lalu untuk menjawab persoalan sampah kain yang kian menumpuk. Lewat
Capunglam membangun Komunitas Eco Friend sebagai ruang belajar sekaligus ruang aksi bagi anak muda dan mahasiswa yang peduli lingkungan. Komunitas ini hadir untuk menjawab kebingungan
Upaya memperpanjang usia plastik tidak selalu berhenti pada proses pemilahan. Ilitterless bersama Placa Binus kini merancang langkah lanjutan untuk memaksimalkan produk daur ulang berbahan HDPE
Kabupaten Blitar – Di tengah kebiasaan belanja harian yang sering menghasilkan sampah kemasan kecil mulai dari sachet minuman, kopi, hingga kebutuhan rumah tangga muncul satu

Kertas selalu menyimpan jejak pengetahuan, tetapi tak semua buku berakhir di rak. Banyak halaman berhenti di sudut ruang, terlipat debu, atau masuk tumpukan di tempat
Mobi HDPE manual menjadi salah satu inovasi daur ulang yang menarik perhatian publik. Produk ini hadir sebagai tempat sampah manual yang terbuat dari plastik HDPE
Kota Malang – GartenHaus dikenal sebagai ruang hijau di tengah kawasan perkotaan: rimbun, teduh, dan terasa seperti kebun pribadi. Namun di balik suasana “hutan kota”
Kota Blitar – Dari tumpukan celana jeans bekas dan seragam lama yang biasanya berakhir di lemari atau tempat sampah, D’ Belel memilih jalur yang berbeda:

Hello Naters!-Di tengah industri aksesori yang sibuk menawarkan bahan baru, mengilap, dan seragam, D’belel justru memilih melihat ke belakang. Ke tumpukan celana jeans bekas yang

Hello Naters!-Di sebuah ruang kerja sederhana di Blitar, kain batik tidak digambar dengan canting dan tidak pula mengikuti pola pakem. Warna-warna justru dicipratkan langsung ke

MOBI RS hadir kafe Malang, memudahkan Gen Z setor sampah sambil ngopi dan membangun kebiasaan pilah bertanggung jawab.

Hello Naters-Pernah terpikir kalau sampah popok tidak selalu berakhir di TPA? Di halaman rumah Sunalis, sisa popok justru berubah jadi media tanam. Bukan gimmick, bukan
Upaya mengurangi limbah tidak selalu harus hadir dalam bentuk besar atau teknologi yang rumit. Di tengah berkembangnya sirkular ekonomi, praktik upcycle gantungan kunci justru menunjukkan
Setiap sore, selepas aktivitas dapur selesai, botol plastik berisi minyak goreng bekas kerap diletakkan begitu saja di sudut rumah. Warnanya kehitaman, aromanya tajam. Bagi sebagian
Jeans itu lama terlipat di lemari. Warnanya memudar, lututnya mulai tipis, dan ukurannya tak lagi bersahabat. Ia terlalu sayang untuk dibuang, tapi juga terlalu canggung
Abu sisa pembakaran sampah sering dianggap akhir cerita. Warnanya kusam, teksturnya halus, dan kerap dibiarkan menumpuk di sudut tempat pengolahan sampah atau lebih parah, dibuang
Seragam itu sudah tidak lagi dipakai. Warnanya kusam, bagian siku mulai menipis, dan saku depannya menyimpan bekas noda yang tak pernah benar-benar hilang. Setiap tahun,

Blitar – Ardhiana Malrasari, pendiri jenama D’belel, menginisiasi transformasi limbah seragam tambang menjadi tas upcycle bernilai tinggi melalui kolaborasi kreatif bersama penyandang disabilitas dari Rumah

Blitar – Dari abu sisa pembakaran sampah yang selama ini dianggap tak bernilai, Ahmad Redam merintis Sunalis sejak 2014 sebagai upaya mengolah limbah menjadi produk

Temukan bagaimana Kopi Nako menghadirkan alat Seven Sec Action yang mengajak pengunjung membilas gelas plastik dan terlibat langsung dalam praktik daur ulang.

Retrorika di Kota Batu hadir sebagai learning center, memadukan kopi, edukasi lingkungan, pilah sampah, dan konservasi berbasis komunitas.

Lihat bagaimana BSM Sukun mengubah kemasan bekas menjadi produk kerajinan lewat proses kreatif dan kerja tangan warga sekitarnya.

Temukan kisah Ardhiana Malrasari menantang stigma pakaian bekas melalui upcycle Jeans Usang sambil menumbuhkan kesadaran lingkungan dari langkah kecil.
Di banyak tempat, kain bekas berakhir sebagai limbah. Disimpan terlalu lama, lalu dibuang saat dianggap tidak berguna lagi. Namun bagi Ardhiana Malrasari, kain bekas justru
Neters, tau gak si? Kalau abu sisa pembakaran selama ini dianggap tak bernilai. Debu yang menempel di tangan, sisa yang ingin segera disingkirkan. Namun di
Abu biasanya dianggap akhir. Sisa pembakaran yang dibiarkan mengendap, berdebu, dan tak lagi berguna. Namun di sebuah sudut Blitar, abu justru menjadi awal cerita lain

Tutri Crafts hadiri pameran Beautiful in Tr(ust)ash, bagikan cerita mengolah sisa tekstil menjadi tas fashionable lewat teknik punch needle

D’belel berkolaborasi dengan ARTHUP menghadirkan fesyen upcycle berbasis seni bordir yang mengangkat cerita personal penyandang disabilitas.

Kisah Sunalis mengolah abu residu sampah menjadi miniatur Candi Penataran, menghadirkan pelestarian budaya lokal dari Desa Jatinom, Blitar.

Coqi Basil memimpin Trash Hero Tumapel melalui aksi bersih di Malang, menumbuhkan gerakan lingkungan pemuda dari keresahan warga lokal.
Setiap pagi pukul tujuh, Sunalis sudah berada di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kanigoro, Kabupaten Blitar. Berseragam dinas lingkungan hidup, ia menyapu daun kering, plastik bekas,
Di kawasan Bumi Aji, Kota Batu, ada sebuah kafe yang tidak hanya sibuk meracik menu dan menyeduh kopi. Retrorika Kafe juga sibuk mengurus sisa masakan

Pengelolaan sampah anorganik di Cafe Retrorika dimulai dari pemilahan, daur ulang, hingga pemanfaatan ulang untuk mengurangi sampah ke TPA.

Di Blitar, jeans bekas diolah menjadi tas ramah lingkungan lewat praktik upcycle, mengurangi limbah tekstil industri fesyen.
Kota Malang — Di banyak rumah, botol plastik, kaleng minuman, dan karung goni bekas biasanya berakhir sebagai “barang sisa” yang menunggu dijual kiloan atau dibuang
Di Blitar, tumpukan seragam tambang bekas, celana jeans usang, dan kain sisa produksi tak dipandang sebagai sampah oleh D’Belel. Bagi UMKM ini, limbah tekstil justru

Abu pembakaran sampah di Blitar diolah menjadi miniatur Candi Penataran, menghadirkan karya seni dari residu limbah.
Di RW 02 Kelurahan Jajar, Kota Malang, sampah plastik tak selalu berakhir di tempat pembuangan. Di sudut permukiman padat itu, Galeri Daur Ulang M212 justru
Hello Naters!—Di tengah banyak kafe yang berlomba menjual estetika dan menu kekinian, Retrorika kafe di kawasan Bumi Aji, Kota Batu, justru memilih jalur berbeda. Mereka
Kota Malang-Di sebuah sudut galeri daur ulang yang berada di Kec Kedungkandang, suara gunting beradu dengan bungkus plastik sisa kopi atau bumbunya dapur. Kilau kemasan
Kota Malang — Di tengah padatnya aktivitas pengelolaan sampah berbasis warga, Galeri Daur Ulang M212 kembali menjadi lokasi verifikasi lapangan (Verlab) Adipura oleh Dinas Lingkungan