Eco Enzyme untuk Menekan Gas Metana, Upaya Gung Endah Kurangi Dampak Sampah Organik

Gung Endah saat memaparkan tentang manfaat Eco Enzym di webinar Eco Enzym
Foto: Dokumentasi pribadi/natera

Eco enzyme untuk menekan gas metana menjadi salah satu upaya yang terus dikenalkan Gung Endah dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mengelola sampah organik sejak dari rumah. Menurutnya, semakin sedikit sampah organik yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), semakin kecil pula potensi munculnya gas hasil pembusukan yang berdampak terhadap lingkungan.

Bagi Gung Endah, persoalan sampah tidak berhenti ketika limbah dibuang dari rumah. Justru, tumpukan sampah organik di TPA akan terus mengalami proses pembusukan yang menghasilkan berbagai gas, seperti hidrogen sulfida (H₂S) dan amonia yang memicu bau menyengat. Karena itu, pengelolaan sampah dari sumbernya menjadi langkah yang tidak kalah penting dibanding penanganan di hilir.

Perempuan asal Kota Batu tersebut mengaku pernah terlibat dalam kegiatan pengelolaan sampah bersama pemerintah daerah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memanfaatkan eco enzyme untuk membantu mengurangi bau yang muncul dari timbunan sampah organik.

“TPA itu kan sampah dari rumah otomatis terkumpul. Tetap bisa disemprotkan di sel aktifnya, tapi juga disemprotkan di udara,” ujarnya.

Menurut Gung Endah, penyemprotan eco enzyme dilakukan pada area aktif tempat pembuangan sampah maupun udara di sekitarnya. Berdasarkan pengalamannya, langkah tersebut membantu mengurangi aroma menyengat yang selama ini menjadi keluhan masyarakat di sekitar lokasi.

“Kalau disemprot dengan eco enzyme, akhirnya baunya jadi hilang,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa penyemprotan eco enzyme bukanlah solusi utama dalam mengatasi persoalan sampah. Upaya yang lebih penting justru memastikan sampah organik tidak seluruhnya berakhir di TPA. Semakin banyak limbah dapur yang difermentasi menjadi eco enzyme, semakin sedikit sampah yang mengalami pembusukan di tempat pembuangan.

Menurutnya, pengolahan sampah organik di tingkat rumah tangga memiliki manfaat ganda. Selain mengurangi volume sampah yang dibuang, proses fermentasi juga menghasilkan cairan multifungsi yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga maupun pertanian.

Ia berharap semakin banyak masyarakat memahami bahwa perubahan besar terhadap lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di dapur rumah.

“Harapanku lebih banyak orang yang sehat, lebih banyak orang peduli lingkungan, dan lebih banyak sampah yang bisa dikurangi,” tuturnya.

Bagi Gung Endah, eco enzyme bukan sekadar hasil fermentasi limbah organik. Lebih dari itu, eco enzyme menjadi media edukasi yang mengajak masyarakat melihat kembali nilai dari sampah yang selama ini dianggap tidak berguna. Ketika semakin banyak keluarga mengolah sampah organik sejak dari rumah, beban TPA dapat berkurang, bau akibat pembusukan dapat diminimalkan, dan upaya menjaga kualitas lingkungan pun dapat dilakukan secara bersama-sama.

Share the Post:

Related Posts

This Headline Grabs Visitors’ Attention

A short description introducing your business and the services to visitors.