Tempat Harapan: Cara Bank Sampah Malang Sukun, Mengubah Sampah Jadi Bernilai
Kota Malang – Di Jalan Esupriadi Nomor 38, Kecamatan Sukun, sebuah bangunan yang dulu pernah jadi tempat persemayaman jenazah kini berubah fungsi menjadi ruang belajar
Erik Yustiana, pemilik Yust Collection asal Malang, mengubah sampah nonlogam seperti kain perca, kertas, dan plastik menjadi produk fesyen ramah lingkungan bernilai tinggi. Usahanya tak hanya kreatif, tapi juga memberdayakan warga sekitar dan kurangi limbah kota.
Kota Malang – Di Jalan Esupriadi Nomor 38, Kecamatan Sukun, sebuah bangunan yang dulu pernah jadi tempat persemayaman jenazah kini berubah fungsi menjadi ruang belajar
Setiap sore, selepas aktivitas dapur selesai, botol plastik berisi minyak goreng bekas kerap diletakkan begitu saja di sudut rumah. Warnanya kehitaman, aromanya tajam. Bagi sebagian
Jeans itu lama terlipat di lemari. Warnanya memudar, lututnya mulai tipis, dan ukurannya tak lagi bersahabat. Ia terlalu sayang untuk dibuang, tapi juga terlalu canggung
Abu sisa pembakaran sampah sering dianggap akhir cerita. Warnanya kusam, teksturnya halus, dan kerap dibiarkan menumpuk di sudut tempat pengolahan sampah atau lebih parah, dibuang
Seragam itu sudah tidak lagi dipakai. Warnanya kusam, bagian siku mulai menipis, dan saku depannya menyimpan bekas noda yang tak pernah benar-benar hilang. Setiap tahun,
Pagi itu, bantaran sungai di Kota Malang tidak hanya dipenuhi suara air dan dedaunan basah. Langkah-langkah kecil berdatangan dari berbagai arah: mahasiswa dengan rompi lapangan,
Mengulas perjalanan sampah dari sumbernya hingga menjadi sisa.
Menguak sisi tersembunyi industri dan strategi kapitalisme.
Menampilkan kisah tentang inovasi dan kreativitas di balik transformasi limbah menjadi suatu karya.
Mengajak perubahan kecil menuju gaya hidup yang lebih sadar dan ramah lingkungan.
Sapaan ringan dan penuh makna di setiap momen penting untuk bumi kita.