Ibu Rumah Tangga Jadi Kunci Pengurangan Sampah dari Sumbernya
Sampah rumah tangga ibu rumah tangga menjadi salah satu sumber terbesar dalam persoalan lingkungan saat ini. Sampah rumah tangga ibu rumah tangga muncul dari aktivitas
Erik Yustiana, pemilik Yust Collection asal Malang, mengubah sampah nonlogam seperti kain perca, kertas, dan plastik menjadi produk fesyen ramah lingkungan bernilai tinggi. Usahanya tak hanya kreatif, tapi juga memberdayakan warga sekitar dan kurangi limbah kota.
Sampah rumah tangga ibu rumah tangga menjadi salah satu sumber terbesar dalam persoalan lingkungan saat ini. Sampah rumah tangga ibu rumah tangga muncul dari aktivitas
Malang – Sebuah museum daur ulang berbasis karya dari botol plastik bekas resmi dibuka oleh Hotbottles Recycle Company di kawasan B-Walk Dau, Kabupaten Malang. Museum
Deretan busana berbalut kain batik ecoprint diperagakan oleh Putra Putri Kampus Universitas Muhammadiyah Malang (PAPIKA UMM) dalam sebuah fashion show runway di kawasan Kayutangan, Kota

Pagi di rumah DK Wardhani sering mulai dengan segelas air minum. Bagi banyak keluarga, air hanya kebutuhan sehari-hari. Namun bagi DK, air justru membuka banyak
Malang — Halo Naters! Di banyak rumah di Indonesia, sampah sering kali berakhir dalam satu kantong plastik yang sama. Diikat rapat dengan kresek, lalu diletakkan
Kota Malang-gerakan kecil mulai mengubah cara orang memandang sampah. Bukan lagi sekadar dibuang atau ditumpuk, tapi dikumpulkan dan disetor bersama. Gerakan ini bernama Sapa Bumi,
Mengulas perjalanan sampah dari sumbernya hingga menjadi sisa.
Menguak sisi tersembunyi industri dan strategi kapitalisme.
Menampilkan kisah tentang inovasi dan kreativitas di balik transformasi limbah menjadi suatu karya.
Mengajak perubahan kecil menuju gaya hidup yang lebih sadar dan ramah lingkungan.
Sapaan ringan dan penuh makna di setiap momen penting untuk bumi kita.