
Dokumentasi : Tim Hotbottles
Kota Malang – Sebanyak sekitar 50 peserta dari berbagai institusi pendidikan, yayasan, dan komunitas kerajinan mengikuti kegiatan Pelatihan Upcycle Plastic Creations yang diselenggarakan di Kota Malang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah plastik sekaligus mendorong kreativitas dalam menciptakan produk bernilai guna dari limbah botol plastik.
Pelatihan ini menghadirkan sejumlah tokoh penting di bidang lingkungan dan pendidikan, di antaranya Taufik Saguanto, S.E. selaku Founder Hotbottles, Drs. Gamaliel Raymond Hatigoran, M.AP selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, H. Asmualik, S.T. selaku Anggota DPRD Komisi D, serta Novin Farid Styo Wibowo, M.Si selaku Kaprodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang.
Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan pemateri Aditya Dwi Putra Bhakti, M.Med.Kom yang membawakan materi tentang desain dan kampanye isu lingkungan, serta Oktarika Adisty yang memberikan pelatihan mengenai publik speaking dalam menyampaikan pesan lingkungan kepada masyarakat.
Belajar Langsung Mengolah Botol Plastik Bekas
Sejak awal kegiatan, peserta langsung diajak untuk mengeksekusi praktik pembuatan karya dari botol plastik bekas. Botol-botol plastik yang sebelumnya dianggap sebagai limbah, diolah menjadi produk kreatif yang memiliki nilai estetika dan fungsi.
Mayoritas peserta yang hadir berasal dari kalangan siswa SMP, SMA, guru pendamping, komunitas, serta ibu-ibu yang bergerak di bidang kerajinan tangan. Mereka mengikuti kegiatan ini dengan antusias karena ingin memperoleh pengalaman baru dalam mengolah sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomi.
Founder Hotbottles, Taufik Saguanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman bahwa limbah plastik tidak selalu berakhir sebagai sampah, tetapi dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk kreatif.
“Kami ingin menunjukkan bahwa botol plastik bekas masih memiliki nilai guna jika dikelola dengan kreativitas dan inovasi. Harapannya, peserta bisa membawa ilmu ini dan menerapkannya di lingkungan masing-masing,” ujar Taufik.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah plastik yang selama ini menjadi salah satu masalah lingkungan utama.
Dukungan Pemerintah dan Lembaga Pendidikan
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Drs. Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, M.AP menyampaikan apresiasinya terhadap terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan berbasis edukasi dan praktik seperti pelatihan ini sangat penting dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat terhadap pengelolaan sampah.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena tidak hanya memberikan teori, tetapi juga praktik langsung kepada masyarakat tentang bagaimana memanfaatkan sampah plastik menjadi sesuatu yang bernilai,” ujarnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh Bapak H. Asmualik, S.T. selaku Anggota DPRD Komisi D, yang menilai bahwa kolaborasi antara komunitas, pemerintah, dan institusi pendidikan merupakan langkah strategis dalam mengatasi permasalahan sampah plastik.
“Kami mendukung kegiatan yang mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah, terutama melalui pendekatan kreatif seperti upcycle,” katanya.
Sementara itu, Novin Farid Styo Wibowo, M.Si, selaku Kaprodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang, menilai bahwa kegiatan ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memiliki nilai edukatif bagi peserta.
“Workshop ini menjadi ruang pembelajaran yang baik bagi peserta untuk memahami pentingnya komunikasi dan kampanye lingkungan melalui karya kreatif,” ungkapnya.

Dokumentasi : Tim Hotbottles
Mendorong Kreativitas dan Kesadaran Lingkungan
Selain praktik pembuatan produk, peserta juga mendapatkan wawasan mengenai pentingnya desain dan komunikasi dalam menyampaikan isu lingkungan kepada masyarakat.
Pemateri Aditya Dwi Putra Bhakti menjelaskan bahwa desain memiliki peran penting dalam membangun pesan yang kuat terkait isu lingkungan. Sementara itu, Oktarika Adisty menekankan pentingnya keterampilan publik speaking agar pesan tentang pengelolaan sampah dapat tersampaikan secara efektif.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak peserta yang menyatakan bahwa pelatihan ini memberikan pengalaman baru sekaligus membuka peluang untuk mengembangkan keterampilan kreatif.
Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dengan menerapkan konsep upcycle dalam kehidupan sehari-hari. Selain membantu mengurangi jumlah sampah plastik, kegiatan ini juga berpotensi membuka peluang usaha berbasis kreativitas dan keberlanjutan lingkungan.
Menurut kacamata Natera, Pelatihan Upcycle Plastic Creations ini menjadi salah satu upaya nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah plastik secara kreatif dan berkelanjutan.